Show simple item record

dc.contributor.advisorSulistiyani
dc.contributor.advisorAstuti, Rika Indri
dc.contributor.authorFransiska, Rosalena
dc.date.accessioned2019-01-17T05:47:41Z
dc.date.available2019-01-17T05:47:41Z
dc.date.issued2018
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/95871
dc.description.abstractDaun jati belanda (Guazuma ulmifolia Lamk.) telah banyak digunakan secara tradisional oleh masyarakat untuk pengobatan penyakit kardiovaskuler. Dalam penelitian sebelumnya telah dilaporkan bahwa daun jati belanda memiliki aktivitas antioksidan yang tinggi dan berkolerasi dalam menginduksi terjadinya apoptosis, namun belum ada yang melaporkan pengaruh ekstrak kasar dan polifenol daun jati belanda dalam memodulasi apoptosis, serta gen yang terkait dalam proses apoptosis tersebut. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh aktivitas antioksidan dalam memodulasi apoptosis sel khamir (Saccharomyces cerevisiae) dan ekspresi gen penyandi apoptosis metacaspase (YCA1). Daun jati belanda dimaserasi dengan menggunakan etanol 96% dan dilakukan fraksinasi dengan metode ekstraksi cair-cair. Hasil ekstraksi dihitung aktivitas antioksidan menggunakan metode MDA-TBA assay. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai aktivitas antioksidan ekstrak kasar dan fraksi polifenol pada konsentrasi 100 memiliki aktivitas antioksidan yang lebih tinggi terhadap vitamin E 200 ppm. Modulasi apoptosis oleh ekstrak daun jati belanda dengan perlakuan penambahan glukosa dan tanpa penambahan glukosa berkorelasi dalam menginduksi apoptosis dengan terbentuknya sel petite rata-rata 96.76 %, nilai ini mendekati dengan nilai kontrol positif glukosa 4 % yang menginduksi sel petite sebesar 99.51 %. Sel petite yang terbentuk diamati mitokondrianya di bawah mikroskop fluoresens dengan probe rhodamin b dari hasil yang diperoleh semua perlakuan yang diberi ekstrak daun jati belanda menyebabkan disfungsi mitokondria dengan penurunan intensitas pendaran warna merah. Peristiwa apoptosis ini didukung dengan terjadinya membrane blebbing dan pembentukan tonjolan pada permukaan sel khamir saat pengamatan mengunakan scanning electron microscope (SEM). Ekspresi gen YCA1 dihitung terhadap kontrol ACT1 dengan metode perbandingan CT (2-ΔΔCT) pada semua perlakuan gen YCA1 selalu terekpresikan, tetapi pada fraksi polifenol 50 ppm dengan penambahan glukosa menurunkan ekspresi YCA1 menjadi 0.16. Berdasarkan data yang diperoleh dapat disimpulkan ekstrak daun jati belanda menginduksi tejadinya apoptosis.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcBiochemistryid
dc.subject.ddcAntioxidantid
dc.subject.ddc2016id
dc.subject.ddcBogor, Jawa Baratid
dc.titleAktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Daun Jati Belanda (Guazuma ulmifolia Lamk.) dalam Memodulasi Apoptosis Sel Khamir (Saccharomyces Cerevisiae).id
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordantioksidanid
dc.subject.keywordpolifenolid
dc.subject.keywordapoptosisid
dc.subject.keywordsel petiteid
dc.subject.keywordgen YCA1id
dc.subject.keywordGuazuma ulmifolia Lid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record