Show simple item record

dc.contributor.advisorSulistijorini
dc.contributor.advisorTjitrosoedirdjo, Soekisman
dc.contributor.authorNafeesa, Maulida
dc.date.accessioned2019-01-17T05:25:51Z
dc.date.available2019-01-17T05:25:51Z
dc.date.issued2018
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/95841
dc.description.abstractChimonobambusa quadrangularis adalah bambu cina yang ditanam di Kebun Raya Cibodas pada tahun 1920. Observasi tumbuhan invasi di Indonesia tahun 2013 menemukan C. quadrangularis telah memasuki hutan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) dari perbatasan KRC. C. quadrangularis memiliki penyebaran cepat secara vegetatif melalui rhizoma sehingga menjadi Invasive Alien Plant Species (IAPS) yang mengancam bagi keanekaragaman hayati tumbuhan lokal. TNGGP merupakan salah satu ekosistem hutan hujan pegunungan yang berada di Jawa Barat dan tahun 1997 dinyatakan sebagai bagian dari jaringan dunia Cagar biosfer oleh UNESCO. Tujuan penelitian ialah menganalisis penyebaran C. quadrangularis terhadap keanekeragaman spesies lokal di hutan zona submontana Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Penelitian dilakukan pada tiga ekosistem hutan berdasarkan kerapatan tajuk pohon dan keberadaan tumbuhan invasif yaitu hutan primer, hutan sekunder terinvasi IAPS dan hutan sekunder terinvasi bambu. Metode pengamatan terdiri dari struktur tegakan pohon, analisis vegetasi dan pengukuran iklim mikro. Struktur tegakan pohon menggunakan plot membentuk ukuran 50 x 20 m dan pohon yang berada dalam plot dipetakan posisinya. Struktur tegakan terdiri dari struktur vertikal dan horizontal. Struktur vertikal dengan mengukur diameter pohon, tinggi total pohon, tinggi cabang pertama pohon, identifikasi jenis dan menggambar sketsa manual. Struktur horizontal dengan mengukur luasan tutupan tajuk pohon dan sebaran semua tumbuhan IAPS. Data struktur vertikal diolah menjadi hubungan antara tinggi pohon (Ht) menggunakan (Log) dengan diameter pohon (Dbh) di Ms. Excel 2010 dan menggambar arsitektur pohon skala 1:100 secara manual pada kertas kalkir. Data struktur horizontal dan luas tutupan hutan diperoleh dari penghitungan di ArcGies View 3.3. Analisis vegetasi menggunakan metode line tranect sepanjang 200 m dan plot pengamatan berbentuk bujur sangkar (nested plot) terdiri dari empat subplot. Data yang diambil yaitu jumlah individu pada tingkat tumbuhan bawah, semai, pancang, tiang, pohon dan diameter pohon sesuai dengan petak ukur. Jumlah individu spesies invasif dan lokal pada setiap plot di lokasi dihitung rata-ratanya dengan MS. Excel 2010 menggunakan data asli. Uji anova dilakukan dengan sebelumnya data asli diubah dengan transformasi akar (√(x+0.5)) untuk membuat ragam menjadi homogen kemudian dilanjutkan dengan uji duncan jika terdapat perbedaan signifikan menggunakan software PASW Statistics 18. Data dianalisis menggunakan indeks nilai penting (INP), indeks keragaman Shannon-wiener (H), indeks dominasi (C), indeks kemerataan (E),dan indeks similaritas (IS). Chimonobambusa quadrangularis pada struktur vertikal pohon terlihat menguasai tegakan pancang dan struktur horizontal pohon terlihat mampu tumbuh secara rapat di celah tajuk dan di bawah tajuk pohon. Penguasaan C. quadrangularis memiliki dominansi tertinggi pada fase pancang (D=1). Penyebaran C. quadrangularis ditunjukkan dari nilai INP yang tinggi pada fase semai 77.44% dan fase pancang 154.44%. Dampak penyebaran bambu terlihat pada keanekaragaman spesies lokal yang rendah pada fase tumbuhan bawah (H=0.87), fase pancang (H=0.1) dan indeks kemerataan yang rendah pada fase pancang (E=0.04) di hutan sekunder terinvasi bambu. Nilai rata-rata jumlah individu menunjukkan C. quadrangularis mendominasi fase pancang serta menekan kelimpahan individu spesies lokal pada fase tumbuhan bawah, semai dan pancang, sehingga penyebarannya dalam jangka panjang akan meluas dan menghilangkan keragaman spesies lokal di hutan sekunder terinvasi bambu. Upaya yang dapat dilakukan untuk hutan sekunder terinvasi IAPS dan terinvasi bambu dengan membuka tajuk bambu dan pohon yang rapat kemudian dilakukan reintroduksi semai spesies lokal. Upaya ini diharapkan dapat membantu menjaga stabilitas keragaman spesies lokal.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcPlant Biologyid
dc.subject.ddcInvasive Plantid
dc.subject.ddc2017id
dc.subject.ddcBogor, Jawa Baratid
dc.titleDampak Penyebaran Chimonobambusa quadrangularis pada Keanekaragaman Tumbuhan Lokal di Taman Nasional Gunung Gede Pangrangoid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordbambu cinaid
dc.subject.keywordkompetisiid
dc.subject.keywordrhizomaid
dc.subject.keywordsuksesiid
dc.subject.keywordtumbuhan invasifid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record