Show simple item record

dc.contributor.advisorDjajakirana, Gunawan
dc.contributor.advisorSumawinata, Basuki
dc.contributor.authorSimanjuntak, Fransisca
dc.date.accessioned2019-01-17T04:54:34Z
dc.date.available2019-01-17T04:54:34Z
dc.date.issued2018
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/95818
dc.description.abstractMedia pembibitan merupakan satu di antara beberapa faktor yang mempengaruhi perkecambahan benih, pertumbuhan dan kualitas bibit tanaman. Penelitian ini mengevaluasi komposisi beberapa media pembibitan untuk perkecambahan benih di Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Institut Pertanian Bogor, mulai tanggal 9 November sampai 23 Desember 2017. Sebanyak lima bahan media pembibitan (kompos, coco peat, tanah, hydrogel, arang sekam) dicampurkan menjadi 17 jenis komposisi media pembibitan. Media pembibtan tersebut diuji dengan menggunakan tanaman Caisim (Brasicca juncea L.). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga pengulangan. Parameter pertumbuhan dan perkembangan tanaman yang diukur pada tahap pembibitan di antaranya jumlah daun muda dan tinggi bibit tanaman. Pemindahan bibit tanaman dilakukan untuk mengetahui kemampuan hidup bibit hingga panen. Parameter yang diukur pada tahap penanaman bibit hingga panen adalah tinggi tanaman, jumlah daun, lebar daun, bobot segar dan kering tanaman. Data dikumpulkan dan diuji dengan menggunakan (ANOVA) dan jika hasilnya menunjukkan perbedaan yang nyata maka akan diikuti oleh uji post hoc Tukey. Hasil menunjukkan perbedaan yang nyata (p <0,05) dalam fase pembibitan di antara 17 media bibit selama dua minggu periode pengamatan. Namun tidak terdapat perbedaan nyata (p>0,05) dalam pada tahap penanaman dan hari panen. Media pembibitan memiliki pengaruh yang nyata terhadap perkecambahan benih. Bibit pada media campuran satu persen hydrogel dan arang sekam (H1R); satu persen hydrogel, arang sekam, kompos, dan coco peat (H1RCCp); satu persen hydrogel, kompos, arang sekam (H1CR); satu persen hydrogel dan kompos (H1C); dua setengah persen hydrogel dan kompos (H2C); satu persen hydrogel dan coco peat (H1Cp); arang sekam, kompos, coco peat (RCCp); dan arang sekam, kompos, coco peat, dan tanah (RCCpS) muncul relatif lebih cepat daripada benih pada media lain setelah disemai. Media pembibitan terbaik berdasarkan penelitian ini adalah campuran arang sekam, coco peat, kompos, dan tanah (RCCpS). Tanaman yang memiliki nilai terbaik pada hari panen adalah tanaman dengan media pembibitan campuran hydrogel dan coco peat H1Cp. Ditinjau berdasarkan biaya yang harus dikeluarkan untuk setiap media, media pembibitan campuran arang sekam, kompos, coco peat, dan tanah (RCCpS) dan media campuran arang sekam, kompos, coco peat (RCCp) adalah media pembibitan termurah.id
dc.publisherBogor Agriculture University (IPB)id
dc.subject.ddcSoil Sciencesid
dc.subject.ddcSeed Productionid
dc.subject.ddc2017id
dc.subject.ddcBogor-Jawa Baratid
dc.titlePenelitian terhadap Berbagai Komposisi Media Pembibitan Diuji dengan Menggunakan Tanaman Caisim (Brassica juncea L.).id
dc.subject.keywordarang sekamid
dc.subject.keywordcoco peatid
dc.subject.keywordhydrogelid
dc.subject.keywordkomposid
dc.subject.keywordpembibitanid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record