| dc.description.abstract | Kayu-kayu terpapar cuaca secara alami (naturally weathered wood) diminati
sebagai bahan baku mebel karena terkesan elegan dan antik. Karena
membutuhkan waktu yang sangat lama, natural weathered wood dapat diganti
dengan kayu hasil pemaparan buatan (artificial weathered wood). Penelitian ini
bertujuan untuk mempelajari pengaruh perbedaan laju pembakaran terhadap sifat
fisis, tampilan, dan keawetan kayu mindi dan pinus. Laju pembakaran yang
ditetapkan ada dua, yakni 0.5 dan 1.0 detik/cm2. Sifat fisis dan keawetan kayu
diuji mengikuti prosedur sesuai dengan masing-masing standar, sedangkan
tampilan permukaan diamati secara visual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
laju pembakaran dan jenis kayu memengaruhi KA, kerapatan, BJ, pengurangan
tebal, dan tampilan kayu, sedangkan keawetan lebih dipengaruhi oleh jenis kayu.
Laju pembakaran yang lebih tinggi mengakibatkan KA, kerapatan, dan BJ kayu
berkurang, sedangkan pengurangan tebalnya bertambah. Secara umum, proses
pembakaran menurunkan tingkat keawetan kayu. Kayu-kayu hasil pembakaran
yang dihasilkan masih dapat dijadikan bahan baku pembuatan mebel karena
tampilan permukaannya menjadi lebih bernilai estetika dengan kelas kuat yang
tidak berubah. | id |