Show simple item record

dc.contributor.advisorAmbarsari, Laksmi
dc.contributor.advisorZilda, Dewi Seswtia
dc.contributor.authorIndriani, Aninda
dc.date.accessioned2019-01-14T07:17:59Z
dc.date.available2019-01-14T07:17:59Z
dc.date.issued2018
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/95380
dc.description.abstractAspergillus niger (A. niger) merupakan jamur yang mudah tumbuh di lingkungan tropis seperti Indonesia. A. niger mampu menghasilkan enzim yang telah dimanfaatkan di bidang industri. Salah satu enzim yang dihasilkan oleh A. niger adalah enzim glukosa oksidase (GOD). Enzim glukosa oksidase banyak dimanfaatkan sebagai pengawet makanan, komponen sensor glukosa, dan berpotensi untuk aplikasi sel bahan bakar (bio-fuel). Pemanfaatan glukosa oksidase memerlukan peningkatan aktivitas untuk efisiensi proses katalis. Peningkatan aktivitas memerlukan informasi karakterisasi glukosa oksidase sebagai informasi dasar. Penelitian ini bertujuan untuk memurnikan dan mengkarakterisasi enzim glukosa oksidase. Pada penelitian ini enzim glukosa oksidase diisolasi dari isolat lokal A. niger IPBCC dengan kode 08.610 yang diisolasi dari seresah tanaman pagar Dryobalanops di daerah Tarakan, Kalimantan Utara. Tahapan pemurnian yang dilakukan antara lain pengendapan amonium sulfat 80%, dialisis, dan kromatografi penukar anion. Penentuan karakteristik enzim glukosa oksidase terdiri dari pH optimum, suhu optimum, kestabilan pada pH dan suhu optimum, berat molekul, dan kinetika glukosa oksidase. Hasil penelitian diperoleh enzim glukosa oksidase diisolasi dari A. niger IPBCC 08.610 merupakan enzim intraseluler. Fraksi kromatografi penukar anion menghasilkan glukosa oksidase dengan aktivitas spesifik sebesar 773.269 ± 24.504 U/mg dan mengalami peningkatan kemurnian 253.36 kali. Berat molekul ditentukan dengan metode SDS-PAGE menunjukkan terbentuk satu pita dengan berat molekul 49 kDa. pH dan suhu optimum glukosa oksidase ditentukan berdasarkan aktivitas tertinggi pada pH dan suhu uji. pH dan suhu optimum terdapat pada pH 6 dan suhu 30oC. Kestabilan glukosa oksidase pada pH dan suhu optimum menunjukkan glukosa oksidase dapat mempertahankan 50% aktivitasnya hingga menit ke-23 setelah perlakuan. Kinetika GOD untuk menentukan nilai Km dan Vmaks menggunakan fraksi kromatografi penukar anion. Nilai Vmaks adalah 153.10 mmol/detik merupakan laju maksimum glukosa oksidase untuk mengkatalis reaksi hidrolisis glukosa. Nilai Km didapat sebesar 2.9 mM. Pada konsentrasi glukosa 2.9 mM laju reaksi mencapai setengah dari laju maksimal.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcBiochemistryid
dc.subject.ddcEnzymeid
dc.subject.ddc2018id
dc.subject.ddcJakarta Pusatid
dc.titlePemurnian dengan Kromatografi Penukar Anion dan Karakterisasi Glukosa Oksidase dari Aspergillus niger IPBCC 08.610.id
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordAspergillus niger IPBCC 08.610id
dc.subject.keywordGlukosa oksidaseid
dc.subject.keywordKarakterisasiid
dc.subject.keywordKromatografi Penukar Anionid
dc.subject.keywordPemurnianid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record