Show simple item record

dc.contributor.advisorIndriyati, Lilik Tri
dc.contributor.advisorSabiham, Supiandi
dc.contributor.authorMulyawan, Ronny
dc.date.accessioned2018-11-17T04:13:24Z
dc.date.available2018-11-17T04:13:24Z
dc.date.issued2018
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/95129
dc.description.abstractGambut adalah tanah organik berasal dari akumulasi sisa-sisa bahan tanaman sehingga sebagian besar komponenya adalah lignoselulosa. Bahan lignoselulosa di gambut didegradasi menjadi senyawa sederhana oleh enzim lakase dan selulase. Penelitian yang menggambarkan pola aktivitas keduanya pada persentase kadar air yang berbeda di gambut belum dilakukan. Kadar air merupakan salah satu faktor lingkungan yang penting di gambut. Penelitian ini bertujuan: (1) Mengukur pengaruh tiga taraf kadar air di gambut terhadap aktivitas lakase dan selulase selama waktu inkubasi; (2) Mengukur aktivitas lakase dan selulase terhadap kandungan lignin dan selulosa pada tiga taraf kadar air; dan (3) Mengukur kandungan C-organik dan kemasaman gambut (pH) selama waktu inkubasi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan membandingkan nilai rata-rata antar perlakuan. Bahan gambut berasal dari Provinsi Riau diambil secara komposit pada zona rhizosfer tanaman kelapa sawit pada kedalaman 0-75 cm. Bahan gambut disterilkan menggunakan autoklaf pada suhu 121 oC selama 60 menit. Bahan gambut steril dan non-steril masing-masing sebanyak 300 gram dimasukkan ke dalam pot plastik, dengan diameter 20 cm dan tinggi 15 cm. Selanjutnya lakase sebanyak 30 mg atau selulase sebanyak 60 mg masing-masing dimasukkan ke dalam pot bahan gambut steril dan non steril. Kadar air dalam pot gambut steril atau non steril disesuaikan dengan perlakuan yaitu 125-175 %, 225- 275 % dan 325-375 %) yang dihitung berdasarkan berat kering bahan gambut. Selama waktu inkubasi kadar air dipertahankan sesuai perlakuan. Selanjutnya, pot-pot percobaan tersebut diinkubasi selama 25 hari. Pengukuran aktivitas enzim, kadar lignoselulosa, kadar C-organik dan pH gambut dilakukan pada 0, 1, 5, 10, 15, 20 dan 25 hari inkubasi. Hasil analisis menunjukkan, pola aktivitas lakase cenderung tinggi pada awal waktu inukbasi yaitu dihari pertama inkubasi. Pola aktivitas selulase cenderung tinggi di tengah waktu inkubasi yaitu pada hari ke-10 dari waktu inkubasi. Aktivitas lakase dan selulase terukur dengan laju degradasi lignin dan selulosa yang menurun seiring meningkatnya kadar air dalam gambut. Kandungan C-organik baik pada penambahan enzim lakase dan selulase maupun tanpa penambahan enzim cenderung menurun dengan laju penurunan kurang dari 1% selama inkubasi 25 hari. Nilai pH tanah gambut relatif tidak berubah pada semua perlakuan selama waktu inkubasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kadar air sangat menentukan degradasi lignoselulosa dan degradasi tertinggi terjadi pada kadar air 125-175 %.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)id
dc.subject.ddcSoil Sciencesid
dc.subject.ddcSoil Nutrientid
dc.subject.ddc2017id
dc.subject.ddcBogor, Jawa Baratid
dc.titleUji Aktivitas Lakase dan Selulase terhadap Kadar Lignoselulosa Gambut pada Tiga Kadar Airid
dc.typeThesisid
dc.subject.keyworddegradasiid
dc.subject.keywordenzimid
dc.subject.keywordligninid
dc.subject.keywordrhizosferid
dc.subject.keywordselulosaid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record