Show simple item record

dc.contributor.advisorNugroho, Budi
dc.contributor.advisorSuwarno
dc.contributor.authorAmin, Mirawanty
dc.date.accessioned2018-11-16T02:30:48Z
dc.date.available2018-11-16T02:30:48Z
dc.date.issued2018
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/95100
dc.description.abstractTrass merupakan salah satu bahan alam yang mengandung unsur kalsium dan silika, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai pupuk Si. Pemberian pupuk didasari pada potensi atau status hara dan kebutuhan tanaman. Batas kritis Si untuk jenis tanah berbeda-beda. Batas kritis kadar Si untuk tanah sawah di Indonesia saat ini belum ada, sehingga diperlukan penelitian mengenai penetapan batas kritis silika tersebut. Penelitian ini bertujuan: 1) untuk mengetahui perbedaan kelarutan Si tersedia antara trass bakar dan tanpa bakar serta pemilihan formula terbaik untuk dijadikan pupuk Si, 2) untuk mempelajari pengaruh trass terhadap perubahan sifat kimia tanah, 3) untuk mengetahui pengaruh pemberian trass terhadap produksi padi dan 4) penentuan status hara Si dengan metode Cate-Nelson dan Kurva Kontinu. Penelitian ini terdiri dari tiga percobaan. Percobaan pertama adalah pemilihan formula terbaik untuk pupuk Si. Perlakuan terdiri dari tiga taraf kombinasi trass dengan CaCO3 yaitu trass tanpa CaCO3 (1), 83.33% trass+16.67% CaCO3 (2) dan 66.67% trass + 33.33% CaCO3 (3), yang dibakar (Ta) dan tanpa bakar (Tb) sehingga diperoleh 6 kombinasi perlakuan dan diulang 3 kali, dan total terdapat 18 unit percobaan. Formula pupuk Si terbaik pada percobaan pertama digunakan sebagai bahan pada percobaan berikutnya. Percobaan kedua adalah percobaan inkubasi laboratorium, terdiri dari tiga jenis tanah yaitu Oxisol, Inceptisol dan Vertisol sebagai petak utama dan 6 dosis trass yaitu 0 (D0); 1.25 (D1); 2.5 (D2); 3.75 (D3); 5 (D4); 7.5 (D5); 10 (D6) g kg-1 tanah sebagai anak petak. Perlakuan merupakan kombinasi dari kedua faktor tersebut dan diulang 3 kali sehingga diperoleh 63 unit percobaan. Percobaan ketiga adalah percobaan rumah kaca untuk menentukan status hara Si dengan perlakuan yang sama dengan percobaan kedua. Percobaan kedua dan ketiga menggunakan rancangan percobaan Split Plot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi 83.33% trass dan 16.67% CaCO3 dengan proses pembakaran (Ta2) merupakan formula trass yang mempunyai ketersediaan Si tertinggi. Trass berpengaruh nyata meningkatkan pH, P tersedia, Ca-dd dan Mg-dd serta berpengaruh nyata menurunkan Fe dan Mn tersedia. Trass meningkatkan Si tersedia pada Oxisol, Inceptisol dan Vertisol. Hasil gabah kering giling meningkat seiring meningkatnya dosis Trass. Batas kritis Si tersedia berdasarkan Metode Cate Nelson dengan ekstraktan H2O, 0.01 M CaCl2, NH4OAc pH 4.8 dan Na-OAc pH 4 berturut-turut 28, 36, 73, dan 79 mg SiO2 kg-1. Kelas ketersediaan hara kategori sedang berdasarkan Metode Kurva Kontinu dengan ekstraktan H2O, 0.01 M CaCl2, NH4OAc pH 4.8 dan Na-OAc pH 4 berturut-turut adalah 18-34, 33-41,44-79 dan 42-81 mg SiO2 kg-1.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)id
dc.subject.ddcSoil Sciencesid
dc.subject.ddcSoil Fertilizerid
dc.subject.ddc2017id
dc.subject.ddcBogor, Jawa Baratid
dc.titleRespon Padi Sawah terhadap Trass dan Evaluasi Status Hara Si dalam Tanah.id
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordpadiid
dc.subject.keywordsilikonid
dc.subject.keywordstatus haraid
dc.subject.keywordtrassid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record