Show simple item record

dc.contributor.advisorNurhayati
dc.contributor.advisorArifin, Hadi Susilo
dc.contributor.authorSyam, Fariz Harindra
dc.date.accessioned2018-11-14T04:07:18Z
dc.date.available2018-11-14T04:07:18Z
dc.date.issued2018
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/95041
dc.description.abstractKota Medan merupakan ibukota Provinsi Sumatera Utara yang terletak di pesisir timur Sumatera Utara. Cikal bakal Kota Medan sudah ada sejak tahun 1590. Saat ini, terdapat banyak objek sejarah di pusat Kota Medan, namun tidak banyak yang diketahui oleh masyarakat dan wisatawan. Berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Medan tahun 2011-2021, Kota Medan memiliki Kawasan Cagar Budaya berupa kawasan bersejarah. Dari kawasan cagar budaya tersebut, empat di antaranya berada dalam kawasan pusat pelayanan kota Medan. Kelestarian objek bersejarah sebagai bukti sejarah dan modal budaya tersebut memiliki potensi besar dalam kecenderungan persaingan pariwisata global. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memetakan kondisi dan karakter lanskap bersejarah di Kota Medan dan mendapatkan nilai potensi wisata sejarah di kawasan bersejarah Kota Medan serta memberikan rekomendasi pengembangan wisata sejarah di Kota Medan. Metode yang digunakan adalah pemetaan karakter lanskap, penilaian keaslian dan keunikan lanskap sejarah dan penilaian faktor pendukung wisata untuk menghasilkan nilai potensi wisata sejarah. Hasil yang diperoleh adalah terdapat enam kawasan bersejarah yang memiliki karakter masing-masing. Kawasan tersebut adalah Kawasan Kesawan memiliki karakter Kolonial Hindia-Belanda dan Pecinan, Kawasan Istana Maimun memiliki karakter Kesultanan Melayu Deli, Kawasan Polonia memiliki karakter permukiman Eropa, Kawasan Kampung Madras memiliki karakter permukiman etnis India, Kawasan Kota Lama Labuhan Deli memiliki karakter Kesultanan Melayu Deli dan Pecinan, serta Kawasan Pulo Brayan yang memiliki karakter kolonial Hindia- Belanda. Hasil penilaian keaslian dan keunikan lanskap sejarah menunjukkan bahwa Kawasan Kesawan, Kawasan Istana Maimun, dan Kawasan Polonia memiliki nilai lanskap sejarah yang tinggi. Kawasan Kampung Madras, Kawasan Kota Lama Labuhan Deli, dan Kawasan Pulo Brayan memiliki nilai lanskap sejarah yang tergolong sedang. Penilaian faktor pendukung wisata menghasilkan Kawasan Kesawan dan Kawasan Istana Maimun memiliki nilai tertinggi, sedangkan Kawasan Polonia, Kawasan Kampung Madras, dan Kawasan Kota Lama Labuhan Deli memiliki nilai kategori sedang. Kawasan Pulo Brayan memiliki nilai faktor pendukung wisata yang rendah. Berdasarkan hasil penilaian lanskap sejarah serta penilaian faktor pendukung wisata, Kawasan Kesawan memiliki nilai potensi wisata sejarah yang tinggi. Kawasan Istana Maimun dan Kawasan Polonia memiliki nilai potensi wisata sejarah yang sedang. Kawasan-kawasan tersebut berada berdekatan dengan Kesawan sehingga membentuk integritas yang tinggi. Hal ini menjadi dasar untuk pengembangan kawasan inti wisata sejarah yaitu di Kawasan Kesawan, Istana Maimun dan Kawasan Polonia. Pengembangan kawasan inti wisata sejarah tersebut dapat diinterpretasi melalui dua jalur sirkulasi yang dibagi berdasarkan karakter sejarah kawasan tersebut.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)id
dc.subject.ddcLandscape Planningid
dc.subject.ddcHistorical Tourismid
dc.subject.ddc2016id
dc.subject.ddcMedan, Sumatera Utaraid
dc.titleKajian Potensi Lanskap Kota Medan untuk Pengembangan Wisata Sejarahid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordkarakter lanskapid
dc.subject.keywordkota pusakaid
dc.subject.keywordlanskap sejarahid
dc.subject.keywordpemetaan karakter lanskap sejarahid
dc.subject.keywordpenilaian lanskap sejarahid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record