IPB University Logo

SCIENTIFIC REPOSITORY

IPB University Scientific Repository collects, disseminates, and provides persistent and reliable access to the research and scholarship of faculty, staff, and students at IPB University

AI Repository
 
Building and Categories


      View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Mathematics and Natural Sciences
      • UT - Geophysics and Meteorology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Mathematics and Natural Sciences
      • UT - Geophysics and Meteorology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Potensi kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada balita oleh kondisi iklim dan Suspended Particulatte Matter (SPM) di Kota Bandung

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (32.03Mb)
      Date
      2018
      Author
      Anwar, Rosy Gariny
      Hidayati, Rini
      Budianto, Bregas
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Iklim menjadi salah satu faktor terjadinya penularan penyakit yang paling cepat. Kelembaban, curah hujan, dan suhu merupakan beberapa parameter iklim yang menjadi penentu dari cepatnya penularan penyakit. Salah satu penyakit yang dipengaruhi oleh faktor iklim tersebut yaitu ISPA. Peningkatan kejadian ISPA menjadi fokus utama dalam penelitian ini karena pernah menjadi kasus yang menyebabkan kematian dikalangan anak-anak di Jawa Barat. Selain faktor iklim, faktor lain yang dapat menjadi penyebab dari peningkatan kejadian ISPA adalah Suspended Particulatte Matter (SPM). Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan potensi kejadian ISPA oleh pengaruh faktor iklim dan SPMmelalui metode analisis korelasi dan visualisasi grafik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor iklim bulanan yang paling berpengaruh adalah tekanan uap air aktual, dimana saat tekanan uap air tinggi (sekitar 18 hPA) maka kejadian ISPA tinggi. Curah hujan harian lebih memperlihatkan pengaruh nyata terhadap kejadian ISPA daripada curah hujan bulanan. Kejadian ISPA tinggi setelah adanya hari hujan yang diselingi oleh beberapa hari tidak hujan, terutama pada saat musim peralihan antara musim hujan ke musim kemarau. Penggunaan 3D surface plot menunjukkan adanya pengaruh bulanan curah hujan dan tekanan uap air, atau suhu dan tekanan uap, terhadap kejadian ISPA. Kejadian ISPA meningkat saat curah hujan kurang dari 200 mm/bulan, tekanan uap air sekitar 18 hPA, dan suhu sekitar 23ºC. SPM berkorelasi negatif dengan tekanan uap air karena SPM akan menjerap molekul uap air menjadi inti kondensasi.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/94494
      Collections
      • UT - Geophysics and Meteorology [1726]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository