| dc.description.abstract | Kedelai merupakan salah satu makanan penting yang dikonsumsi oleh penduduk Indonesia. Namun sampai sekarang ini produksi kedelai nasional masih rendah dan tidak mampu memenuhi kebutuhan di dalam negeri sehingga impor kedelai masih tinggi. Untuk menurunkan angka impor, bahkan lebih dari itu agar swasembada kedelai dapat tercapai, sangat mungkin diupayakan melalui usaha pemanfatan lahan masam yang masih sangat luas di Indonesia dipadukan dengan pemanfaatan mikrob tanah yang tepat dan efektif. Lahan diberdayakan dengan menanam kedelai agar produktivitasnya tinggi. Kedelai yang ditanam dan mikrob simbion harus toleran asam. Tanah masam menjadi masalah utama dalam pertanian karena kesuburan yang rendah dengan ciri tingginya konsentrasi aluminium dan rendahnya kandungan fosfor. Tanah masam menghambat pertumbuhan tanaman, pertumbuhan bakteri pemfiksasi N, dan pembentukan bintil akar yang pada akhirnya akan menurunkan penambatan nitrogen. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas simbiotik sepuluh galur Bradyrhizobium japonicum toleran asam-aluminium (asam-Al) pada tanaman kedelai varietas Slamet. Beberapa galur B. japonicum toleran asam-aluminium dari koleksi laboratorium Mikrobiologi, Departemen Biologi, FMIPA, IPB telah berhasil dikonstruksi melalui mutagenesis dengan transposon. Dari hasil penelitian tersebut diperoleh galur-galur mutan yang mempunyai efektivitas simbiotik meningkat dan kemampuan membentuk bintil akar lebih banyak daripada tipe liarnya. | id |