Show simple item record

dc.contributor.advisorHartono, Arief
dc.contributor.advisorAnwar, Syaiful
dc.contributor.authorPutri, Syahra Maretzka Labina
dc.date.accessioned2018-10-10T01:39:50Z
dc.date.available2018-10-10T01:39:50Z
dc.date.issued2018
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/94101
dc.description.abstractDesa Petir, Kecamatan Darmaga, Kabupaten Bogor merupakan salah satu desa di hulu yang memanfaatkan air dari aliran sungai yang berasal dari Gunung Salak untuk kegiatan pertanian dan perikanan. Dalam kegiatan perikanan, pada kolam-kolam ikan terdapat akumulasi hara terutama C-organik, fosfor (P), dan nitrogen (N) yang cukup tinggi pada lumpur dan air kolam ikan. Namun lumpur dan air kolam ikan tersebut tidak dimanfaatkan dengan baik. Air kolam ikan dialirkan melalui kanal hingga terbawa ke badan-badan air. Sementara lumpur kolam ikan dijadikan pengeras pinggiran kolam dan hara-hara yang terdapat pada lumpur larut ketika terjadi hujan dan juga masuk ke badan-badan air. Pengkayaan badan-badan air termasuk sungai oleh hara-hara akhirnya menyebabkan terjadinya pengkayaan hara terutama nitrat dan fosfat di Teluk Jakarta. Oleh karena itu upaya untuk mengurangi akumulasi hara di Teluk Jakarta perlu dilakukan dimana salah satunya dengan menggunakan lumpur dan air kolam ikan sebagai pupuk organik atau bahan pembenah tanah. Sebagai bahan pembenah tanah, pemanfataan lumpur dan air kolam ikan diharapkan dapat mengurangi kapasitas tanah dalam mengerap fosfor. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinetika erapan P pada tanah yang diberi lumpur dengan penyiraman air kolam ikan dan tanah yang diberi lumpur dan dengan penyiraman air aquadest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi penambahan dosis lumpur dengan penyiraman air kolam ikan nyata secara statistik menurunkan konstanta kecepatan erapan P (k) tetapi tidak nyata secara statistik menurunkan erapan P maksimum (a). Perlakuan terbaik dalam menurunkan nilai k adalah 10% lumpur kolam ikan dengan penyiraman air kolam ikan. Sifat kimia tanah seperti pH, C-organik, P tersedia (Bray I), N-total, dan kapasitas tukar kation (KTK) berkorelasi negatif dengan konstanta kecepatan erapan P (k) artinya semakin tinggi pH, C-organik, P tersedia (Bray I), N-total, dan KTK maka akan semakin rendah nilai k. Secara praktikal, pemberian lumpur dan air kolam ikan meningkatkan ketersediaan P dengan menurunnya konstanta kecepatan erapan P (k).id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcSoil Sciencesid
dc.subject.ddcPhosphorusid
dc.subject.ddc2018id
dc.subject.ddcBogor-Jawa Baratid
dc.titleKinetika Erapan Fosfor pada Tanah yang diberi Perlakuan Lumpur dan Air Kolam Ikan dari Lahan Terpadu Pertanian dan Perikanan.id
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keyworderapan P maksimumid
dc.subject.keywordfirst order kineticid
dc.subject.keywordkecepatan erapan Pid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record