Show simple item record

dc.contributor.advisorSinukaban, Naik
dc.contributor.advisorTarigan, Suria Darma
dc.contributor.authorSatriawan, Halus
dc.date.accessioned2010-04-29T02:03:52Z
dc.date.available2010-04-29T02:03:52Z
dc.date.issued2007
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/9379
dc.description.abstractDAS Sape merupakan sub DAS Dodokan yang terletak di Kabupaten Lombok Tengah Provinsi NTB. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sistem usahatani lahan kering yang sedang berjalan dan menyusun perencanaan usahatani lahan kering yang berkelanjutan. Untuk mengkaji sistem usahatani dan penggunaan lahan dilakukan dengan evaluasi kemampuan lahan menggunakan metode Klingebiel dan Montgomery (1976), evaluasi pola tanam dan agroteknologi untuk perencanaan pertanian berkelanjutan disusun melalui prediksi erosi menggunakan model USLE dan analisis sosial ekonomi menggunakan metode cash – flow analysis (Soekartawi, 1986). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa lahan di DAS Sape terdiri dari kelas kemampuan II, III. IV dan VI dengan faktor pembatas secara berturut – turut adalah lereng yang landai-curam, erosi dengan tingkat sedang-berat, drainase agak baik dan ermeabilitas yang agak lambat. Luas penggunaan lahan yang tidak sesuai dengan kemampuan lahan mencapai 1.312,4 ha (54,4 %) yang berada pada kelas VI dengan penggunaan lahan kebun, semak dan sawah tadah hujan sehingga perlu dilakukan perubahan penggunaan lahan. Pola tanam tumpangsari bersisipan pada Satuan Lahan 5a, 22, 10a, 10b, 16g, 15 dan 25c menghasilkan erosi < ETol (3,9 – 39,3 ton/ha/tahun), sedangkan pola tanam lainnya menghasilkan erosi > ETol (37,4 – 6584,2 ton/ha/tahun). Hal ini mengakibatkan rendahnya produktivitas lahan dan berpengaruh terhadap pendapatan petani yang rendah (Rp. 1.502.000 – Rp. 7.667.500 KK/tahun), sehingga diperlukan perubahan pola tanam dan agroteknologi. Pola tanam dan agroteknologi yang direkomendasikan untuk meminimalkan erosi adalah tumpangsari antara padi gogo - palawija yang disertai dengan mulsa dan penggunaan teras. Setelah perbaikan pola tanam dan agroteknologi dihasilkan nilai prediksi erosi sebesar 7,1 – 20,7 ton/ha/tahun serta pendapatan petani setelah ditunjang dengan usaha ternak meningkat menjadi Rp. 14.569.244 – Rp. 16.425.401 /KK/tahun.id
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)
dc.titlePerencanaan Usahatani Lahan Kering Berkelanjutan Di DAS Sape Lombok Tengahid
dc.date.updatedLindawati, A.Md 2013-03-13 Edit : Pembimbing, Keyword
dc.subject.keywordWest Nusa Tenggara Province
dc.subject.keywordAgrotechnology Land Use
dc.subject.keywordWatershed
dc.subject.keywordFarming System


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record