| dc.description.abstract | Beberapa jenis kelelawar diketahui memiliki kemampuan ekolokasi. Pola
dan karakter suara yang dihasilkan kelelawar dalam ekolokasi berbeda-beda,
sehingga sangat berpotensi dijadikan sebagai bahan identifikasi jenis. Penelitian
ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik suara beberapa jenis kelelawar
di Gua Gudawang serta menentukan faktor penentu dalam proses identifikasi
melalui suara. Penangkapan kelelawar di lakukan di lima Gua kawasan karst Gua
Gudawang. Kelelawar yang tertangkap direkam suaranya menggunakan
Pettersson M500. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa sembilan jenis
kelelawar yang tertangkap, selain Rhinolopus stheno dengan Hipposideros sp.
serta Hipposideros diadema dengan Miniopterus australis, dapat dibedakan
berdasarkan Fpeak gelombang suaranya. Hal ini menunjukan bahwa Fpeak
merupakan faktor yang paling sesuai dijadikan dasar identifikasi jenis melalui
suara. Rhinolophus affinis, R. stheno, R. pusillus, Hipposideros diadema, H.
larvatus, Hipposideros sp., Miniopterus australis, M. schreibersii, dan
Megaderma spasma secara berturut-turut memiliki Fpeak 71 kHz, 85 kHz, 103
kHz, 99 kHz, 67 kHz, 85.3 kHz, 68 kHz, 46 kHz, dan 47 kHz. | id |