Show simple item record

dc.contributor.advisorBudi, Sri Wilarso
dc.contributor.advisorMansur, Irdika
dc.contributor.authorMegawati, Kartika
dc.date.accessioned2018-08-29T03:23:46Z
dc.date.available2018-08-29T03:23:46Z
dc.date.issued2018
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/93264
dc.description.abstractFungi mikoriza arbuskula (FMA) merupakan kelompok fungi yang tergolong dalam filum Glomeromycota, bersifat simbion obligat yang harus hidup secara simbiosis dengan tanaman. FMA berperan penting dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman hutan, tanaman pertanian dan hortikultura, menstabilkan ekosistem dan pemulihan degradasi lahan. FMA digunakan sebagai inokulum dalam bentuk spora, akar yang terinfeksi FMA dan potongan hifa fungi mikoriza. Sistem nutrient film technique (NFT) merupakan kultur larutan nutrisi, akar tanaman tumbuh didalam larutan nutrisi atau udara. Teknik produksi inokulum dengan sistem hidroponik merupakan langkah awal produksi inokulum akar FMA agar inokulum dapat diproduksi secara massal dan praktis. Penelitian terdiri atas tiga percobaan yang memiliki keterkaitan yaitu (1) produksi inokulum FMA dengan sistem hidroponik, (2) penyimpanan inokulum akar FMA, (3) uji keefektifan inokulum akar pada tanaman sorgum (Sorghum bicolor) dan jati (Tectona grandis). Produksi inokulum akar dengan sistem hidroponik menggunakan metode Nutrient Film Technique (NFT). Empat jenis tanaman yang diuji adalah kudzu (Pueraria javanica), kangkung (Ipomoea aquatica), tomat (Lycopersicon esculentum L.), sengon (Falcataria moluccana). Inokulum FMA yang digunakan adalah inokulum campuran, Glomus clarum, dan Acaulospora sp.. Inokulum akar FMA hasil produksi disimpan selama dua minggu pada suhu ruang dan suhu lemari pendingin (5°C). Inokulum akar FMA hasil produksi diuji efektivitasnya pada tanaman sorgum dan jati. Jenis FMA yang diuji dapat mengkoloni akar tanaman kudzu, kangkung, tomat dan sengon. Pemberian FMA pada berbagai jenis tanaman yang berbeda memberikan respon yang berbeda terhadap persentase kolonisasi. Kemampuan FMA menginfeksi akar 8 minggu setelah tanam menghasilkan kolonisasi tergolong sedang dan rendah. Inokulum akar bermikoriza dapat dijadikan sebagai sumber inokulum untuk pertumbuhan bibit sorgum dan jati. Inokulum akar segar lebih baik dibandingkan inokulum akar simpan suhu ruang dan inokulum akar simpan suhu lemari pendingin (5°C). Penyimpanan inokulum akar suhu ruang dan suhu lemari pendingin (5°C) selama dua minggu menurunkan efektivitas inokulum. Tipe inokulum akar campuran dan inokulum akar Acaulospora sp. memberikan pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan dengan inokulum akar G. clarum.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcSilvicul tureid
dc.subject.ddcHydroponics Systemid
dc.subject.ddc2017id
dc.subject.ddcBogor, Jawa Baratid
dc.titleProduksi Inokulum Fungi Mikoriza Arbuskula dengan Sistem Hidroponikid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordAcaulosporaid
dc.subject.keywordEndomycorrhizaid
dc.subject.keywordGlomus clarumid
dc.subject.keywordNutrient Film Techniqueid
dc.subject.keywordProduksi Inokulumid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record