Show simple item record

dc.contributor.advisorHartono, Arief
dc.contributor.advisorIndriyati, Lilik Tri
dc.contributor.authorNovianti, Neng Elin
dc.date.accessioned2018-08-29T02:59:01Z
dc.date.available2018-08-29T02:59:01Z
dc.date.issued2018
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/93194
dc.description.abstractDesa Petir merupakan salah satu desa yang berada di daerah hulu yang terletak di lereng kaki Gunung Salak, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor yang memiliki potensi pertanian terpadu yaitu pertanian, perikanan, dan peternakan. Kegiatan pertanian di Desa Petir sangat intensif, salah satunya adalah budidaya ikan air tawar dan memiliki pekerjaan sampingan sebagai peternak kambing. Umumnya petani membuat kolam ikan air tawar dengan cara memanfaatkan air irigasi yang mengalir dari tempat yang lebih tinggi. Petani biasanya memanfaatkan lumpur kolam ikan sebagai penguat batas kolam sedangkan air kolam ikan dibuang ke paritparit. Kotoran kambing dimanfaatkan sebagai pupuk organik. Air yang dibuang keparit-parit kemudian mengalir ke sungai-sungai yang akhirnya bermuara di Teluk Jakarta. Pembuangan air kolam ikan ini dapat menjadi salah satu penyumbang tingginya kadar nitrat dan fosfat di perairan Teluk Jakarta yang dapat memicu terjadinya ledakan populasi fitoplankton atau alga sehingga mengakibatkan kematian ikan dalam jumlah besar. Oleh karena itu, untuk mengurangi limbah pertanian yang terdapat di Desa Petir, perlu adanya upaya pemanfaatan limbah menjadi suatu pupuk yang dapat meningkatkan produktivitas tanah berbasis ramah lingkungan dan berkelanjutan dalam pemanfaatan lahan kering. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan beberapa sifat kimia tanah dan pola pelepasan amonium nitrat pada Ultisol Dramaga yang diberi pupuk pelet yang berbahan dasar kotoran kambing, lumpur dan air kolam ikan. Perlakuan yang dilakukan pada penelitian ini adalah tanah tanpa perlakuan (K) dan tanah yang diberi perlakuan pupuk pelet (P), setiap perlakuan diulang sebanyak tiga kali. Dosis pupuk pelet yang diberikan ke dalam tanah adalah 6.1 g pelet/300 g tanah atau setara dengan 40.8 ton pelet/ha dengan kandungan N pelet sebesar 0.5%. Dosis pupuk pelet yang diberikan didasarkan pada dosis pupuk N tanaman jagung manis yaitu sebesar 200 kg N/ha. Pot-pot percobaan tersebut diinkubasi selama 1 minggu, 2 minggu, 3 minggu, 4 minggu, 5 minggu, 6 minggu, 7 minggu, 8 minggu 10 minggu, dan 15 minggu pada kondisi kapasitas lapang. Setiap akhir masa inkubasi dilakukan anlisis sifat kimia tanah yaitu C-organik, KTK, basa-basa dapat dipertukarkan, NNH4 +, N-NO3 -, dan pH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi pupuk pelet nyata meningkatkan C-organik dengan nilai rata-rata sebesar (147.0%), KTK ratarata sebesar (20.0%), Ca-dd rata-rata sebesar (29.0%), Mg-dd rata-rata sebesar (36.5%), K-dd rata-rata sebesar (69.3%), Na-dd rata-rata sebesar (80.0%), N-NH4 + rata-rata sebesar (149.6%), N-NO3 - rata-rata sebesar (485.7%), dan pH rata-rata sebesar (4.5%) selama masa inkubasi. Hasil penelitian merekomendasikan bahwa pupuk pelet mampu meningkatkan C-organik tanah, KTK tanah, basa-basa dapat dipertukarkan pada tanah, N-NH4 + tanah, N-NO3 - tanah, dan pH tanah.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcSoil sciencesid
dc.subject.ddcSoil chemistryid
dc.subject.ddc2016id
dc.subject.ddcBogor, Jawa baratid
dc.titlePerubahan Beberapa Sifat Kimia Tanah dan Pola Pelepasan Amonium dan Nitrat pada Ultisol Dramaga yang diberi Pupuk Pelet.id
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordAmoniumid
dc.subject.keywordnitratid
dc.subject.keywordultisolid
dc.subject.keywordpupuk peletid
dc.subject.keywordsifat kimiaid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record