| dc.description.abstract | Ruang Terbuka Hijau (RTH) merupakan bagian subsistem dalam suatu kota
yang keberadaannya tidak dapat dipisahkan. Jasa lingkungan yang bersifat
intangible menyebabkan sulitnya pengukuran terhadap apresiasi serta tingkat
kepentingan terhadap jasa lingkungan tersebut. Kesediaan membayar merupakan
salah satu metode yang dapat digunakan untuk melihat nilai moneter terhadap suatu
fungsi jasa lingkungan yang tidak memiliki nilai harga pasar. Penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis sebaran RTH serta kontribusinya sebagai penyedia
jasa lingkungan di Kota Depok serta menghitung nilai moneter dari jasa lingkungan
tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini diantaranya pendekatan
spasial menggunakan citra landsat 8 serta metode kontingensi (CVM). Berdasarkan
hasil penelitian, RTH di Kota Depok didominasi oleh luas ladang sebesar 17.8%.
Kontribusi RTH saat ini hanya mampu memenuhi 1.5% kebutuhan oksigen
penduduk, hewan dan ternak di Kota Depok. Potensi erosi di Kota Depok paling
besar terdapat di wilayah permukiman dan lahan kosong dengan nilai Faktor C
sebesar 1. Jasa lingkungan tempat keanekaragaman burung paling tinggi memiliki
nilai H’ 2.156 sebesar 9%. Berdasarkan hasil wawancara dengan responden, ratarata
kesediaan membayar tiap tipe jasa lingkungan oksigen, erosi dan tempat
keanekaragaman burung berturut-turut Rp19 890, Rp3 778 dan Rp1 841. Total
kesediaan membayar tiga jasa lingkungan di Kota Depok sebesar Rp40 877 695
059/tahun. Nilai tersebut potensial menjadi sumber pendapatan daerah yang dapat
digunakan untuk implementasi peningkatan jasa lingkungan yang sesuai dengan
apresiasi masyarakat Kota Depok. | id |