Show simple item record

dc.contributor.advisorSantosa, Dwi Andreas
dc.contributor.advisorPrasetyo, Lilik Budi
dc.contributor.authorTornando, Hengki
dc.date.accessioned2018-06-28T07:53:26Z
dc.date.available2018-06-28T07:53:26Z
dc.date.issued2018
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/92421
dc.description.abstractAktivitas pertambangan terbuka menyebabkan degradasi pada lingkungan seperti penurunan kesuburan tanah. Setelah pertambangan selesai, perbaikan lahan melalui reklamasi pasca tambang. Kondisi pH yang rendah, konsentrasi logam tinggi dan bahan organik rendah merupakan permasalahan utama lahan reklamasi pasca tambang. Kondisi tersebut membatasi aktivitas mikrob dan berdampak pada penurunan kesuburan tanah. Mikrob tanah berperan dalam siklus nutrisi melalui mineralisasi oleh enzim yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesuburan tanah pada lahan reklamasi PT. Bukit Asam, Sumatera Selatan ditentukan oleh populasi mikrob fungsional dan aktivitas enzim tanah. Hasil penelitian menunjukkan populasi mikrob selulolitik pada lahan reklamasi berumur 21 tahun yaitu Udongan sebesar 18.74 x 103 Spk.g-1 tanah lebih tinggi dibandingkan lahan reklamasi lainnya dan hutan alam sekunder. Populasi mikrob selulolitik yang tinggi dipengaruhi oleh banyaknya kotoran ternak pada lahan tersebut. Populasi bakteri pendegradasi protein pada hutan alam sekunder yaitu 9.16 x 104 Spk.g-1 tanah lebih tinggi dibandingkan pada lahan reklamasi. Keberadaan bakteri pendegradasi protein dipengaruhi oleh kondisi tanah. Lahan reklamasi SP702 memiliki populasi bakteri pereduksi sulfat yaitu 1.23 x 102 Apm.g-1 tanah lebih tinggi dibandingkan pada lahan reklamasi lainnya. Lahan reklamasi SP702 secara keseluruhan ditutupi oleh vegetasi rumput sehingga biomassa bahan organik lebih tinggi. Bakteri pereduksi sulfat menggunakan sulfat dan asam organik sebagai sumber energi. Aktivitas enzim urease tertinggi pada hutan alam sekunder yaitu 141.13 NH4 +.g-1dm.h-1. Aktivitas urease menghasilkan amoniak sehingga meningkatkan pH tanah dan mendorong pertumbuhan mikrob penghasil urease. Aktivitas enzim fosfatase tertinggi pada lahan reklamasi yang berumur 9 tahun SP702 yaitu 95.66 mg pNP.g-1dm.h-1. Lahan reklamasi SP702 hampir secara keseluruhan ditutupi oleh vegetasi rumput. Aktivitas fosfatase pada lahan dengan vegetasi rumput lebih tinggi dibandingkan lahan vegetasi kayu. Aktivitas selulase pada lahan reklamasi Udongan yaitu 1.10 mg GE g-1 dm.h-1 lebih tinggi dibandingkan pada hutan alam sekunder dan lahan reklamasi lainnya. Populasi mikrob selulolitik relatif tinggi pada lahan reklamasi Udongan sehingga aktivitas selulase relatif tinggi. Aktivitas invertase tertinggi pada lahan reklamasi 15 tahun yaitu Tupak sebesar 24.37 mg GE.g-1dm.h-1. Lahan reklamasi Tupak telah digunakan oleh masyarakat sekitar sebagai lahan pertanian. Pengolahan tanah berpengaruh terhadap aktivitas invertase dalam tanah. Populasi mikrob fungsional dan aktivitas enzim tanah pada hutan alam sekunder dan lahan reklamasi berbeda-beda kerena dipengaruhi oleh kondisi ekosistem lahan tersebut. Lahan reklamasi Udongan memiliki tingkat kesuburan yang relatif tinggi dibandingkan lahan reklamasi lainnya pada lokasi pertambangan PT. Bukit Asam, Sumatera Selatan.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)id
dc.subject.ddcSoil Biotechnologyid
dc.subject.ddcSoil Enzyme Activityid
dc.subject.ddc2017id
dc.subject.ddcSumatera Selatanid
dc.titlePopulasi Mikrob Fungsional dan Aktivitas Enzim Tanah pada Lahan Reklamasi PT. Bukit Asam, Sumatera Selatanid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordaktivitas enzim tanahid
dc.subject.keywordmikrob fungsionalid
dc.subject.keywordreklamasiid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record