Show simple item record

dc.contributor.advisorSajuthi, Dondin
dc.contributor.advisorSulistiawati, Erni
dc.contributor.advisorEsfandiari, Anita
dc.contributor.authorWidyaputri, Tiara
dc.date.accessioned2018-06-26T04:41:53Z
dc.date.available2018-06-26T04:41:53Z
dc.date.issued2018
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/92405
dc.description.abstractHipertensi merupakan gangguan kardiovaskular yang terjadi di seluruh dunia yang dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal. Akhir-akhir ini banyak peneliti menginvestigasi terapi berbasis sel sebagai penelitian tahap lanjut untuk melindungi atau memperbaiki jaringan yang rusak. Bone marrow mesenchymal stem cell memiliki kemampuan yang menjanjikan untuk memperbaiki ginjal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah induksi hipertensi dapat merusak nefron dan apakah BMMSC dapat melindungi atau memperbaiki kerusakan tersebut. Dua puluh empat tikus Wistar jantan berumur 10-12 minggu dibagi menjadi empat kelompok yaitu kelompok tikus hipertensi, normotensi, hipertensi yang diterapi BMMSC dan normotensi yang diterapi BMMSC. Hipertensi diinduksi dengan mengambil ginjal sebelah kanan, mengikat arteri karotis komunis sebelah kiri, dan memberikan NaCl 1%, deoxycoricosteron acetate (DOCA) 2.5mg/100gBB dan β-aminoproprionitrile (BAPN) 0.12%. Bone marrow mesenchymal stem cell diinjeksikan pada kelompok hipertensi dan normotensi setelah 14 minggu induksi. Bersamaan dengan penyuntikan BMMSC, pemberian NaCl 1% and DOCA 2.5mg/kgBB pada kelompok normotensi dihentikan dan kemudian captopril diberikan dengan dosis 5 mg/kgBB setiap hari selama dua minggu. Pemeriksaan histopatologi ginjal, kadar blood urea nitrogen (BUN) dan kadar kreatinin dilakukan dua minggu setelah penyuntikan BMMSC. Induksi berhasil menaikkan tekanan darah tikus pada semua kelompok. Rata-rata tekanan darah mencapai 171.93±7.80 mmHg (sistolik) dan 126.90±7.88 mmHg (diastolik). Tekanan darah kelompok normotensi berhasil diturunkan ke kisaran normal. Berdasarkan pemeriksaan histopatologi, seluruh kelompok memiliki skor perubahan parameter histologi yang hampir sama. Namun demikian kerusakan yang terjadi pada nefron tidak diikuti dengan kenaikan kadar BUN dan kreatinin. Kelompok tikus yang diberi terap BMMSC memperlihatkan adanya tanda regenerasi yang lebih banyak dibandingkan dengan kelompok yang tidak diberi terapi BMMSC. Indikasi yang memperlihatkan adanya kerusakan dan regenerasi pada seluruh kelompok tidak banyak berbeda. Kerusakan tingkat seluler pada ginjal akibat induksi hipertensi tidak parah dan BMMSC cenderung dapat melindungi atau memperbaiki kerusakan ginjal.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcAnimal Biomedies Sciencesid
dc.subject.ddcRATSid
dc.subject.ddc2017id
dc.subject.ddcBogor, Jawa Baratid
dc.titleKajian Terapi Bone Marrow Mesenchymal Stem Cell (BMMSC) pada Ginjal Tikus Model Hipertensiid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordhipertensiid
dc.subject.keywordBMMSCid
dc.subject.keywordginjalid
dc.subject.keywordtikusid
dc.subject.keywordWistarid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record