Analisis Efisiensi dan Karakteristik Perusahaan Konstruksi di Asia Tenggara
View/ Open
Date
2018Author
Tamtama, Ray
Sartono, Bagus
Saefuddin, Asep
Metadata
Show full item recordAbstract
Konstruksi merupakan aktivitas yang dilakukan oleh sekelompok orang untuk membuat bangunan fisik yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Perubahan perekonomian yang disebut dengan Masyarakat Ekonomi ASEAN yang membuka peluang dalam persaingan kerja konstruksi antar negara. Terdapat tujuh peubah yang digunakan dalam penelitian ini diantaranya harga bangunan, ekuitas, hutang, biaya konstruksi, pendapatan, laba usaha dan laba sebelum bunga pajak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi perusahaan konstruksi bangunan domestik, kantor, dan hotel di Asia Tenggara, dan mendeskripsikan karakteristik perusahaan konstruksi bangunan domestik, kantor dan hotel yang efisien di Asia Tenggara.
Metode Data Envelopment Analysis sangat baik untuk menghitung efisiensi perusahaan konstruksi bangunan domestik, kantor, dan hotel di Asia Tenggara. Dengan rata-rata efisiensi sebesar 81.7% untuk bangunan domestik, 81.1% untuk bangunan kantor, dan 81.1% untuk bangunan hotel sudah menunjukkan tingkat efisiensi relatif yang cukup baik. Beberapa perusahaan konstruksi bangunan baik bangunan domestik, kantor, dan hotel memiliki permasalahan dengan skor efisiensi yang rendah dari tahun ke tahun sehingga perusahaan tersebut perlu melakukan perbaikan segera agar mampu bersaing dengan kompetitor-kompetitor lainnya. Salah satu langkah yang bisa dilakukan untuk perbaikan dengan meningkatkan kinerja perusahaan berdasarkan karakteristik perusahaan yang efisien. Hasil analisis karakteristik perusahaan konstruksi yang efisien menunjukkan pilihan yang bisa dilakukan perusahaan untuk meningkatkan efisiensinya. Karakteristik perusahaan konstruksi bangunan domestik, kantor, dan hotel yang efisien memiliki EPS dan CCR kurang dari satu, sementara ALR dan DER lebih dari satu. Perusahaan konstruksi bangunan yang efisien memiliki pendapatan yang tinggi terhadap laba sebelum bunga pajak, aset perusahaan yang tinggi terhadap hutang, kas perusahaan yang lebih rendah terhadap hutang lancar, dan ekuitas yang lebih rendah terhadap hutang.
