Show simple item record

dc.contributor.advisorFarajallah, Achmad
dc.contributor.advisorWardiatno, Yusli
dc.contributor.advisorMiura, Takeshi
dc.contributor.authorMulyana, Jeane Siswitasari
dc.date.accessioned2018-06-26T04:23:48Z
dc.date.available2018-06-26T04:23:48Z
dc.date.issued2018
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/92349
dc.description.abstractKultur mutiara berbentuk bulat memanfaatkan tiga species kerang mutiara dari genus Pinctada. Pinctada maxima, P. fucata, dan P. margaritifera dipelihara untuk menghasilkan mutiara yang bernilai jual tinggi. Peternakan mutiara tidak hanya melakukan kultur mutiara saja, tetapi juga melakukan kegiatan penetasan kerang mutiara. Larva kerang mutiara yang dihasilkan dari penetasan di peternakan akan digunakan sebagai kerang penerima dan pendonor dalam produksi mutiara. Kerang penerima dan pendonor perlu diseleksi dengan teliti berdasarkan karakter penentu kualitas mutiara yang diinginkan karena kedua kerang tersebut mempengaruhi kualitas mutiara yang dihasilkan. Selain itu, kualitas dari mutiara hasil kultur juga dipengaruhi oleh jenis kelamin dari kerang penerima. Mutiara yang memiliki nilai jual tinggi dihasilkan oleh kerang penerima jantan. Kerang, termasuk ke dalamnya spesies dari genus Pinctada, dilaporkan memiliki kemampuan untuk berganti jenis kelamin. Pola pergantian jenis kelamin dari kerang mutiara penting untuk dipelajari karena perbedaan kemampuan antara kerang penerima jantan dan betina dalam pembentukan mutiara. Penelitian ini bertujuan mendeskripsi ulang tahap perkembangan larva dari kerang mutiara yang dikulturkan di peternakan mutiara di Indonesia dan menginvestigasi pola pergantian jenis kelamin dari kerang mutiara menggunakan teknik histologi dan analisis ekspresi gen. Sampel larva kerang mutiara P. maxima didapatkan dari suatu peternakan kultur mutiara di Indonesia. Larva diamati di bawah mikroskop untuk menentukan tahap perkembangannya. Panjang dan tinggi rata-rata dari cangkang larva juga diukur pada setiap umur perkembangan. Larva bentuk-D dari P. maxima hasil kultur dapat diamati pada 20 jam setelah fertilisasi. Larva yang telah memiliki umbo dapat diamati pada umur 10 hari setelah fertilisasi dan selanjutnya berkembang menjadi larva plantigrade pada hari ke-25 setelah fertilisasi. Jenis kelamin kerang mutiara dapat diamati saat sel germinal telah berdiferensiasi. Jenis kelamin kerang mutiara Akoya dalam penelitian ini pertama kali diamati pada saat kerang berumur 12 bulan. Penelitian ini menunjukkan bahwa Akoya merupakan spesies hermaprodit simultan dengan sel germinal jantan dan betina pada satu individu dalam waktu bersamaan. Hal ini ditunjukkan dengan kemiripan tren tingkat ekspresi gen berkaitan dengan jantan (Dmrt2) dan betina (vitellogenin dan zona pellucida) pada semua kerang selama penelitian, apapun jenis kelaminnya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa larva plantigrade P. maxima yang berumur 25 hari cenderung memiliki ukuran cangkang yang lebih besar dibandingkan larva dari spesies lain yang didapatkan dari habitat alaminya. Kerang mutiara Akoya memiliki sel germinal jantan dan betina di dalam gonad dalam waktu bersamaan sehingga disebut sebagai hermaprodit simultan.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcAnimal Biosciencesid
dc.subject.ddcPearl Oysterid
dc.subject.ddc2016id
dc.subject.ddcKupang, Nusa Tenggara Timurid
dc.titlePerkembangan Larva dan Pola Pergantian Jenis Kelamin pada Kerang Mutiara.id
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordekspresi genid
dc.subject.keywordhermaprodit simultanid
dc.subject.keywordlarvaid
dc.subject.keywordpertumbuhanid
dc.subject.keywordsel germinalid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record