Analisis Spasial Data Panel untuk Mengkaji Faktor-faktor yang Memengaruhi Kunjungan Wisatawan Mancanegara di Indonesia Tahun 2011-2015
View/ Open
Date
2018Author
Arifatin, Dini
Syafitri, Utami Dyah
Djuraidah, Anik
Metadata
Show full item recordAbstract
Sektor pariwisata memegang peranan penting dalam perekonomian Indonesia. Hal ini karena sektor pariwisata sebagai sumber penyumbang Produk Domestik Bruto (PDB), penciptaan lapangan kerja, serta mampu berperan sebagai sumber penerimaan devisa negara. Pada tahun 2015 sektor pariwisata menyumbang 10% PDB nasional serta memberikan kontribusi devisa nasional terbesar keempat menurut lapangan usaha sebesar US$ 12.6 milyar setelah komoditi minyak dan gas bumi, batu bara, dan minyak kelapa sawit (Kemenpar 2016). Kinerja sektor pariwisata sebagai penghasil devisa ditentukan oleh kemampuan pemerintah untuk mendatangkan sebanyak mungkin wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia.
Kajian tentang wisman di Indonesia menurut negara asal beberapa tahun ke belakang masih berkembang pada kajian data panel. Berdasarkan data BPS, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia dipengaruhi oleh lokasi negara asal wisman. Jumlah wisman dari kawasan Asia pada tahun 2015 sebesar 6,7 juta orang, sedangkan dari kawasan Amerika pada tahun yang sama sebesar 408 ribu orang. Hal ini mengindikasikan bahwa ada kemungkinan pengaruh spasial dalam model.
Data dalam penelitian ini menggunakan data sekunder dari beberapa sumber publikasi. Peubah respon yang digunakan yaitu jumlah kunjungan wisatawan mancanegara dari 34 negara asal tahun 2011-2015 yang bersumber dari BPS RI. Tujuh peubah penjelas yang digunakan yaitu nilai tukar rupiah dengan negara asal wisman, PDB perkapita, jumlah penduduk, indeks harga konsumen (IHK), total impor, faktor bebas visa kunjungan singkat (BVKS), dan faktor penerbangan langsung. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan faktor-faktor yang memengaruhi jumlah kunjungan wisman di Indonesia dari 34 negara asal wisman pada tahun 2011-2015 dengan menggunakan Spatial Autoregressive Model (SAR), Spatial Error Model (SEM), dan Spatial Durbin Model (SDM). Matriks pembobot spasial (W) yang digunakan yaitu matriks pembobot spasial ketetanggaan berdasarkan kawasan (W1) dan invers jarak (W2). Model SAR dan SEM digunakan karena terdapat pengaruh lag spasial dan pengaruh galat spasial berdasarkan hasil uji LM. Model SDM digunakan karena terdapat ketergantungan spasial pada peubah respon dan peubah penjelas berdasarkan uji Indeks Moran.
Hasil penelitian menunjukkan model data panel yang digunakan yaitu model data panel pengaruh tetap dengan pendekatan efek lokasi dengan melakukan transformasi fungsi logaritma natural (ln) pada peubah respon. Nilai R2 yang dihasilkan dari model data panel sebesar 49.42%. Dari pengujian asumsi terhadap sisaan model, asumsi otokorelasi antar sisaan belum terpenuhi sehingga perlu dilakukan pembentukan model spasial data panel.
Efek spasial berupa keragaman spasial dihitung menggunakan uji Breusch-Pagan dan efek ketergantungan spasial dengan uji Indeks Morans. Berdasarkan uji Uji Breusch-Pagan dan uji Indeks Moran, disimpulkan bahwa terdapat keragaman
dan ketergantungan spasial. Penelitian ini fokus pada ketergantungan spasial baik pada peubah respon maupun peubah penjelas.
Model spasial data panel terbaik adalah model SEM panel pengaruh tetap dengan pendekatan efek lokasi dan waktu dengan matriks pembobot spasial ketetanggaan berdasarkan kawasan (W1). Model ini menghasilkan (pseudo) R2 = 74.36%, RMSE = 1.151 dan AIC = 962.09. Faktor-faktor yang berpengaruh positif terhadap jumlah kunjungan wisatawan mancanegara di Indonesia adalah PDB perkapita, jumlah penduduk, jumlah impor, BVKS, dan penerbangan langsung. Faktor kurs rupiah dan IHK berpengaruh negatif terhadap jumlah kunjungan wisatawan mancanegara di Indonesia tahun 2011-2015.
