Kajian Bertanam dan Sistem Pengairan yang Optimal Bagi Usahatani + Kedelai di Lahan Sawah Tadah Hujan, Sulawesi Selatan

Date
1995Author
Limbongan, Jermia
Wiroatmodjo, Joedojono
Gonarsyah, Isang
Hasnam
Murdiyarso, Daniel
Djoefrie, M.H. Bintoro
Metadata
Show full item recordAbstract
Kapas (Gossypium hirsutum L.) merupakan bahan baku utama industri tekstil dan produk tekstil, yang dewasa ini merupakan penghasil devisa non migas nasional terbesar kedua setelah kayu lapis. Sebagian besar kebutuhan kapas untuk industri tekstil dan produk tekstil nasional hingga saat ini masih diimpor sehingga menghabiskan sekitar sepertiga dari total devisa yang diperoleh dari ekspor tekstil dan produk tekstil.
Oleh karena itu usaha peningkatan produksi kapas dalam negeri perlu lebih digalakkan untuk dapat mengurangi impor kapas yang semakin meningkat sejalan dengan perkembangan industri tekstil dan produk tekstil nasional. Salah satu alternatif yang dapat dilakukan adalah dengan mengintroduksikan pola usahatani kapas + kedelai di lahan sawah tadah hujan, yang arealnya cukup luas dan selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.
Penelitian ini bertujuan untuk menemukan pola bertanam dan sistem pengairan yang optimal bagi usahatani kapas + kedelai di lahan sawah tadah hujan. Artinya, penelitian ini bertujuan menemukan pola budidaya kapas di lahan sawah tadah hujan yang secara teknis dimungkinkan (viable), secara ekonomis menguntungkan (feasible) dan secara sosial dapat diterima (acceptable).

