Show simple item record

dc.contributor.advisorMansur, Irdika
dc.contributor.advisorJunaedi, Ahmad
dc.contributor.authorPaulina, Maria
dc.date.accessioned2018-04-20T03:01:52Z
dc.date.available2018-04-20T03:01:52Z
dc.date.issued2017
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/91875
dc.description.abstractKegiatan pertambangan memiliki dampak positif yang dapat menghasilkan pendapatan negara, namun dampak negatifnya menyebabkan kerusakan lahan. Revegetasi lahan pasca tambang memiliki harapan supaya tanah yang telah marginal (dengan kondisi pH yang asam) dapat hijau kembali. Tanaman aren tahan terhadap naungan, sehingga berpotensi untuk ditanam di bawah tegakan hasil revegetasi agar lahan tersebut memiliki nilai ekonomi tanpa harus menebang pohon-pohonnya. Seperti diketahui bahwa pertumbuhan tanaman aren sangat lambat, sehingga diperlukan perlakuan untuk mempercepat pertumbuhannya. Inokulasi Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman aren, karena kemampuannya untuk membantu menyerap unsur hara dan air, serta meningkatkan toleransi tanaman terhadap logam berat. Penelitian ini terdiri atas 2 percobaan yang memiliki keterkaitan, yaitu (1) evaluasi pertumbuhan aren (Arenga pinnata (Wurmb) Merr.) diinokulasi dengan FMA dan pupuk P di pembibitan dan (2) tanggap pertumbuhan aren diinokulasi dengan FMA dan pengapuran di lahan pasca tambang batubara. Evaluasi pertumbuhan aren diinokulasi dengan FMA dan pupuk P merupakan penelitian lanjutan yang menggunakan bibit aren berumur 19 bulan. Percobaan menggunakan Racangan Acak Lengkap (RAL) 2 faktor, faktor pertama adalah pemupukan P dengan 2 taraf yaitu tanpa pemupukan P dan pemupukan P; dan faktor kedua adalah inokulasi FMA dengan 3 taraf, yaitu tanpa FMA (M0), FMA indigenous (M1), dan FMA mycofer (M2). Hasil percobaan mengenai evaluasi pertumbuhan bibit aren selama di pembibitan menunjukkan perlakuan pemupukan P dan inokulasi FMA tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah pelepah daun, panjang rachis, diameter, kehijauan daun, jumlah spora dan kolonisasi akar. Setelah berumur 19 bulan bibit aren yang semula tidak diinokulasi dengan FMA (kontrol) menjadi terinfeksi FMA. Percobaan di lahan pasca tambang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) perlakuan kombinasi FMA dan pengapuran. Perlakuan kombinasi FMA dan pengapuran sebagai berikut, yaitu MaK0 (bibit bermikoriza tanpa diinokulasi; tanpa pengapuran), MaK1 (bibit bermikoriza tanpa diinokulasi; pengapuran 30 g tanaman-1), MiK0 (bibit inokulasi FMA indigenous; tanpa pengapuran), MiK2 (bibit inokulasi FMA indigenous; pengapuran 60 g tanaman-1), MmK0 (bibit inokulasi FMA mycofer; tanpa pengapuran), dan MmK3 (bibit inokulasi FMA mycofer; pengapuran 120 g tanaman-1). Hasil percobaan di lahan pasca tambang menunjukkan perlakuan kombinasi FMA dan pengapuran tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, panjang rachis, diameter, jumlah pelepah daun, jumlah spora dan kolonisasi akar. Bibit aren yang telah terinfeksi dengan FMA dapat tumbuh dan memberi respon pertumbuhan yang baik dengan aplikasi pengapuran maupun tanpa pengapuran.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcSilvicultureid
dc.subject.ddcLand Revegetationid
dc.subject.ddc2016id
dc.subject.ddcBogor, Jawa Baratid
dc.titlePengayaan Lahan Revegetasi Pasca Tambang dengan Tanaman Aren (Arenga pinnata (Wurmb) Merr.).id
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordFMAid
dc.subject.keywordkolonisasi akarid
dc.subject.keywordlahan marginalid
dc.subject.keywordpengapuranid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record