| dc.description.abstract | Lidah buaya merupakan salah satu tanaman biofarmaka yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Lidah buaya dimanfaatkan sebagai bahan pangan, kosmetik serta kesehatan. Kabupaten Bogor merupakan salah satu daerah pengembangan komoditas lidah buaya di Provinsi Jawa Barat. Produksi lidah buaya di Kabupaten Bogor sebagai daerah pengembangan mengalami penurunan dari tahun 2008 sampai 2012. Sebagai daerah pengembangan komoditas lidah buaya di Kabupaten Bogor akan sangat baik apabila didukung dengan adanya sistem pemasaran yang efisien dan usaha pengolahan. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis saluran pemasaran lidah buaya dari petani di Kabupaten Bogor baik pelepah segar dan pelepah bahan baku olahan dan menganalisis nilai tambah dalam usaha pengolahan lidah buaya. Analisis efisiensi operasional pemasaran lidah buaya di Kabupaten Bogor dalam penelitian ini membandingkan marjin, farmer’s share dan rasio biaya dengan keuntungan pada setiap saluran. Penelitian ini dalam mengukur nilai tambah produk olahan lidah buaya menggunakan Metode Hayami. Selain itu juga melihat lembaga-lembaga yang terlibat beserta fungsi-fungsi pemasaran yang dilakukan oleh lembaga tersebut dalam memasarkan lidah buaya.
Saluran pemasaran lidah buaya di Kabupaten Bogor terdiri dari enam saluran pemasaran. Saluran tersebut terdiri dari saluran pemasaran 1, 2 dan 3 yang merupakan saluran pemasaran grade A (lidah buaya segar) untuk penjualan ke supermarket. Sedangkan saluran pemasaaran 4, 5 dan 6 merupakan saluran pemasaran grade B (lidah buaya bahan baku usaha pengolahan) untuk penjualan ke pengolahan. Secara keseluruhan kuantitas pemasaran paling banyak adalah grade B dan saluran yang banyak dipilih oleh petani adalah saluran pemasaran yang melibatkan tengkulak, hal itu dikarenakan kemudahan dalam hal transaksi. Saluran 1, 2 dan 4 adalah saluran yang memungkinkan petani mudah untuk mengakses. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan secara lebih lanjut pada saluran 1, 2 dan 4, diketahui bahwa saluran pemasaran 2 (Petani → Supplier → Supermarket → Konsumen) merupakan saluran yang relatif efisien untuk pemasaran grade A (lidah buaya segar). Saluran pemasaran 4 (lidah buaya bahan baku usaha pengolahan) merupakan saluran yang efisien untuk pemasaran lidah buaya di Kabupaten Bogor. Hal ini didasarkan dari produk akhir yang diterima oleh konsumen akhir yang sudah siap dikonsumsi sehingga konsumen lebih puas dan kuantitas lidah buaya yang dipasarkan melalui saluran 4 sebesar 70.54 persen dari total panen lidah buaya di Kabupaten Bogor. Lidah buaya yang menjadi bahan baku usaha pengolahan pada saluran pemasaran 4 telah diolah menjadi produk jus, koktail, kerupuk, rainbow cake dan teh lidah buaya. Komposisi lidah buaya pada produk olahan jus, koktail dan teh lidah buaya lebih banyak daripada dalam produk kerupuk dan rainbowcake. Berdasarkan perhitungan nilai tambah diketahui bahwa nilai tambah terbesar pada produk olahan koktail. | id |