Show simple item record

dc.contributor.advisorSumertajaya, I made
dc.contributor.advisorIndahwati
dc.contributor.authorIrmayani
dc.date.accessioned2018-04-18T06:53:26Z
dc.date.available2018-04-18T06:53:26Z
dc.date.issued2017
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/91431
dc.description.abstractSalah satu indikator keberhasilan Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor (SPs-IPB) dapat dilihat dari tingkat kelulusan tepat waktu mahasiswa SPs- IPB. Seorang mahasiswa program magister membutuhkan waktu normal selama empat semester untuk menyelesaikan studinya. Faktanya praktek di lapangan masih ada mahasiswa SPs-IPB yang tidak dapat menuntaskan studinya dalam waktu normal yang telah ditentukan. Ada banyak faktor yang meyebabkan mahasiswa tersebut tidak dapat menyelesaikan studinya lulus tepat waktu. Untuk itu, penelitian ini dilakukan untuk mengindentifikasi faktor- faktor apa saja yang mempengaruhi kelulusan tepat waktu SPs-IPB. Penelitian ini menerapkan metode semiparametrik yang menggunakan data sekunder yaitu data tentang pengamatan kelulusan tepat waktu mahasiswa SPs- IPB. Model semiparametrik yang digunakan yaitu model cox proportional hazard yang memiliki asumsi bahwa fungsi hazard dari individu satu dan individu lain adalah proportional. Salah satu keuntungan menggunakan model semiparametrik yaitu tidak memerlukan informasi tentang distiribusi yang mendasari waktu survival. Data kelulusan tepat waktu diduga cenderung tidak memenuhi asumsi proportional hazard, karena ada beberapa peubah yang tidak konstan dari waktu ke waktu yang menyebabkan asumsi proporportional tidak terpenuhi atau non proportional hazard. Untuk mengatasi masalah tersebut, ada dua metode yang dapat digunakan yaitu model extended cox proportional hazard dan stratified cox proportional hazard dalam mengatasi kasus non proportional hazard. Dimana dalam model stratified cox proportional hazard terdapat dua model yaitu model stratified cox proportional hazard tanpa interaksi dan dengan interaksi. Pada penelitian ini pemilihan model terbaik menggunakan nilai Akaike Information Criteria (AIC). Hasil akhir yang diperoleh dari proses analisis dengan menggunakan software SAS 9.1 menjelaskan bahwa model stratified cox proportional hazard tanpa interaksi lebih baik dibandingkan model lain dalam mengatasi kasus non proportional hazard untuk data kelulusan tepat waktu mahasiswa SPs-IPB, karena mempunyai nilai AIC yang paling kecil yaitu 5238.887. Berdasarkan pemodelan dengan model stratified cox proportional hazard tanpa interaksi diperoleh faktorfaktor yang mempengaruhi kelulusan tepat waktu mahasiswa SPs-IPB yaitu usia, sumber dana, dan asal universitas.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcStatistical Applicationid
dc.subject.ddcStatistical methodid
dc.subject.ddc2013id
dc.subject.ddcBogor-JABARid
dc.titlePemodelan Kelulusan Tepat Waktu Mahasiswa Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor.id
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordCox proportional hazardid
dc.subject.keywordExtended cox proportional hazardid
dc.subject.keywordStratified cox proportional hazardid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record