Show simple item record

dc.contributor.advisorBuono, Agus
dc.contributor.advisorDjatna, Taufik
dc.contributor.authorKurniawan, Wawan
dc.date.accessioned2018-04-18T06:13:16Z
dc.date.available2018-04-18T06:13:16Z
dc.date.issued2017
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/91396
dc.description.abstractPameran merupakan salah satu kegiatan yang dilaksanakan oleh Kementerian Perdagangan yang bertujuan untuk promosi produk dalam rangka meningkatkan kinerja ekspor. Penyelenggaraan pameran dapat dilaksanakan di dalam maupun di luar negeri. Selama ini mekanisme seleksi untuk produk yang akan diikutsertakan pameran hanya sebatas persyaratan kelengkapan administratif saja, seperti Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), Tanda Daftar Perusahaan (TDP), izin BPOM, sertifikasi halal dan izin-izin lain yang diperlukan sesuai bidang usahanya. Kelemahan dari mekanisme tersebut adalah produk yang diikutsertakan pameran tidak diketahui seberapa besar keunggulan serta daya saingnya dibandingkan produk ekspor lainnya di dunia. Hal ini menyebabkan transaksi/penjualan dari produk pameran tidak tercapai sesuai target. Menyikapi hal tersebut, Kementerian Perdagangan dirasakan perlu memperbaiki mekanisme pelaksanaan pameran yang selama ini dilakukan agar pelaksanaan pameran menjadi lebih efektif dan efisienserta kelayakan jumlah pameran sebuah produk dalam setahun dapat diprediksi.Untuk mengukur keunggulan dan daya saing produk tersebut, penelitian ini akan mencoba menggunakanformula indeks perdagangan dengan mengkombinasikan Revealed Comparative Advantage Index (RCA) dan Trade Specialisation Index (TSI) (Basri, 2010).RCA dibagi menjadi tiga kategori yaitu lemah, sedang dan kuat. Sementara TSI dibagi menjadi pengenalan, substitusi, pertumbuhan dan kematangan.Setelah diketahui sejauhmana keunggulan dan daya saing produk tersebut, kemudian dilakukan proses clusteringdengan K-Means dan Fuzzy Inference System (FIS) untuk mengelompokkan produk ekspor menjadi tiga yaitu non-prospektif, potensial serta memprediksi berapa kali produk tersebut layak untuk dilakukan pameran dalam setahun. Hasildari penelitian didapatkan bahwa formulasi RCA dan TSI dapat dikombinasikan sebagai input dalam menentukan seberapa banyak sebuah produk layak untuk dilakukan pameran. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa faktor TSI lebih berperan dalam menentukan seberapa banyak sebuah produk dapat dilakukan pameran. Sementara itu, evaluasi clustering dengan metode Davies-bouldin index, didapatkan indeks sebesar 0,643. Indeks ini menunjukkan bahwa nilai centroid yang didapat dari hasil clustering cukup baik. Selain itu juga, evaluasi fuzzy dengan confusion matrix, menunjukkan bahwa akurasi dari klasifikasi sebesar 93,65%.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcComputer scienceid
dc.subject.ddcComputer programsid
dc.subject.ddc2016id
dc.subject.ddcBogor-JABARid
dc.titleSistem Rekomendasi Kelayakan Pameran Produk Ekspor Berbasis K-Means dan Fuzzy Inference Systemid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordRevealed Comparative Advantage Indexid
dc.subject.keywordTrade Specialisation Index,K-Meansid
dc.subject.keywordFuzzy Inference Systemid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record