Show simple item record

dc.contributor.advisorWiyono, Suryo
dc.contributor.advisorWidyastuti, Rahayu
dc.contributor.authorPanjaitan, Fany Juliarti
dc.date.accessioned2018-03-08T01:20:37Z
dc.date.available2018-03-08T01:20:37Z
dc.date.issued2017
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/91129
dc.description.abstractPengendalian hayati merupakan suatu alternatif yang ekonomis, ramah lingkungan dan efektif dalam pengendalian penyakit tanaman. Potensi Fusarium oxysporum non-patogenik P21a sebagai agens pengendali hayati sangat menjanjikan untuk dikembangkan secara komersial. Produksi masal dan formulasi merupakan langkah penting untuk komersialisasi agens pengendali hayati. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan media padat dan pencahayaan terbaik untuk pertumbuhan miselium dan sporulasi FoNP P21a serta menyeleksi bahan pembawa dan suhu penyimpanan terbaik dalam menjaga ketahanan hidup propagul dan bioperformance FoNP P21a. Penelitian ini terdiri dari tiga tahap, yaitu peremajaan isolat FoNP P21a pada media PDA, produksi masal dan penapisan bahan pembawa untuk formulasi FoNP P21a. Tahap produksi masal menggunakan media padat dari campuran beras dan dedak padi dengan perbandingan yang telah ditentukan serta pencahayaan. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap Faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama adalah jenis media padat terdiri lima taraf: M1 (20:0 w/w), M2 (20:1 w/w), M3 (20:2 w/w), M4 (20:3 w/w), M5 (20:4 w/w). Faktor kedua adalah pencahayaan terdiri dua taraf: P1 (near-UV) dan P2 (white light). Pada tahap ini diamati pertumbuhan miselium dan sporulasi. Pada tahap formulasi menggunakan bahan pembawa talek, zeolit, serbuk gergaji dan gambut yang disimpan pada suhu AC (20ºC) dan suhu ruang (±30ºC). Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 8 perlakuan, yaitu: Tac (36 g talek + suhu AC), Gac (36 g zeolit + suhu AC), SGac (36 g serbuk gergaji + suhu AC), Zac (36 g zeolit + suhu AC), Tru (36 g talek + suhu ruang), Gru (36 g gambut + suhu ruang), SGru (36 g serbuk gergaji + suhu ruang) dan Zru (36 g zeolit + suhu ruang). Pada tahap ini diamati ketahanan hidup propagul dan bioperformance inokulum FoNP P21a. Data pertumbuhan miselium, jumlah konidia, produksi makrokonidia, produksi mikrokonidia, kepadatan propagul, daya kecambah dan tinggi kecambah dianalisis menggunakan sidik ragam ANOVA. Data jumlah konidia, produksi makrokonidia, produksi mikrokonidia, kepadatan propagul ditransformasikan terlebih dahulu ke log (x). Apabila efek tersebut nyata, maka dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test pada taraf 5%. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa media padat M2 yang terdiri beras dan dedak (20:1 w/w) merupakan media terbaik untuk pertumbuhan miselium. Media padat M3 (20:2 w/w) merupakan media terbaik untuk sporulasi FoNP P21a. Perlakuan pencahayaan near-UV meningkatkan produksi makrokonidia pada hari ke-8 setelah pencahayaan. Formulasi berbasis talek dengan penyimpanan pada suhu 20oC (Tac) menunjukkan masa simpan terbaik untuk inokulum FoNP P21a dengan kepadatan propagul dan bioperformance lebih baik.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)id
dc.subject.ddcBiotechnologyid
dc.subject.ddcMacroconidaid
dc.subject.ddc2016id
dc.subject.ddcBogor, Jawa Baratid
dc.titleProduksi Masal dan Seleksi Bahan Pembawa untuk Formulasi Cendawan Agens Hayati Fusarium oxysporum Non-Patogenik P21aid
dc.typeThesisid
dc.subject.keyworddedak padiid
dc.subject.keywordmakrokonidiaid
dc.subject.keywordmikrokonidiaid
dc.subject.keywordtalekid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record