| dc.description.abstract | Pengendalian hayati merupakan suatu alternatif yang ekonomis, ramah
lingkungan dan efektif dalam pengendalian penyakit tanaman. Potensi Fusarium
oxysporum non-patogenik P21a sebagai agens pengendali hayati sangat
menjanjikan untuk dikembangkan secara komersial. Produksi masal dan formulasi
merupakan langkah penting untuk komersialisasi agens pengendali hayati. Tujuan
penelitian ini adalah mendapatkan media padat dan pencahayaan terbaik untuk
pertumbuhan miselium dan sporulasi FoNP P21a serta menyeleksi bahan
pembawa dan suhu penyimpanan terbaik dalam menjaga ketahanan hidup
propagul dan bioperformance FoNP P21a.
Penelitian ini terdiri dari tiga tahap, yaitu peremajaan isolat FoNP P21a
pada media PDA, produksi masal dan penapisan bahan pembawa untuk formulasi
FoNP P21a. Tahap produksi masal menggunakan media padat dari campuran
beras dan dedak padi dengan perbandingan yang telah ditentukan serta
pencahayaan. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap
Faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama adalah jenis media padat terdiri lima
taraf: M1 (20:0 w/w), M2 (20:1 w/w), M3 (20:2 w/w), M4 (20:3 w/w), M5 (20:4
w/w). Faktor kedua adalah pencahayaan terdiri dua taraf: P1 (near-UV) dan P2
(white light). Pada tahap ini diamati pertumbuhan miselium dan sporulasi.
Pada tahap formulasi menggunakan bahan pembawa talek, zeolit, serbuk
gergaji dan gambut yang disimpan pada suhu AC (20ºC) dan suhu ruang (±30ºC).
Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 8 perlakuan,
yaitu: Tac (36 g talek + suhu AC), Gac (36 g zeolit + suhu AC), SGac (36 g
serbuk gergaji + suhu AC), Zac (36 g zeolit + suhu AC), Tru (36 g talek + suhu
ruang), Gru (36 g gambut + suhu ruang), SGru (36 g serbuk gergaji + suhu ruang)
dan Zru (36 g zeolit + suhu ruang). Pada tahap ini diamati ketahanan hidup
propagul dan bioperformance inokulum FoNP P21a.
Data pertumbuhan miselium, jumlah konidia, produksi makrokonidia,
produksi mikrokonidia, kepadatan propagul, daya kecambah dan tinggi kecambah
dianalisis menggunakan sidik ragam ANOVA. Data jumlah konidia, produksi
makrokonidia, produksi mikrokonidia, kepadatan propagul ditransformasikan
terlebih dahulu ke log (x). Apabila efek tersebut nyata, maka dilanjutkan dengan
uji Duncan Multiple Range Test pada taraf 5%.
Hasil pengamatan menunjukkan bahwa media padat M2 yang terdiri beras
dan dedak (20:1 w/w) merupakan media terbaik untuk pertumbuhan miselium.
Media padat M3 (20:2 w/w) merupakan media terbaik untuk sporulasi FoNP
P21a. Perlakuan pencahayaan near-UV meningkatkan produksi makrokonidia
pada hari ke-8 setelah pencahayaan. Formulasi berbasis talek dengan
penyimpanan pada suhu 20oC (Tac) menunjukkan masa simpan terbaik untuk
inokulum FoNP P21a dengan kepadatan propagul dan bioperformance lebih baik. | id |