Show simple item record

dc.contributor.advisorArifin, Hadi Susilo
dc.contributor.advisorKaswanto
dc.contributor.authorFaradilla, Erlinda
dc.date.accessioned2018-03-07T04:28:07Z
dc.date.available2018-03-07T04:28:07Z
dc.date.issued2017
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/91127
dc.description.abstractSentul City sebagai kota baru hendaknya dapat memenuhi kebutuhan air dari seluruh penghuni kota. Sentul City memiliki curah hujan mendekati 4 000 mm/tahun tetapi sebagian besar area kajian memiliki air tanah yang langka. Dengan topografi kawasan, curah hujan yang tinggi, dan kedekatan dengan sungai, Sentul City merupakan potensi yang bagus untuk membuat danau buatan dan rain garden untuk kolam retensi dan untuk pengisian kembali air tanah. Sebuah analisis tentang kesesuaian lahan untuk ruang terbuka hijau dan ruang terbuka biru di Sentul City diperlukan untuk mengoptimalkan penggunaan lahan di Sentul City, terutama sebagai ruang terbuka hijau (RTH) dan ruang terbuka biru (RTB). Kajian ini memiliki tujuan untuk mendapatkan peta penutupan lahan Sentul City saat ini, untuk mendapatkan peta kesesuaian lahan untuk RTH dan RTB, untuk mendapatkan peta ketersediaan lahan untuk RTH dan RTB, serta untuk mendapatkan konsep manajemen RTH dan RTB. Penelitian ini dilakukan dengan metode evaluasi lahan menggunakan alat Sistem Informasi Geografis. Konsep manajemen RTH dan RTB disusun dengan pendekatan konsep Water Sensitive City (WSC) dan menggunakan penerapan elemen Water Sensitive Urban Design (WSUD) berupa green infrastructure. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penutupan lahan di Sentul City terdiri atas tiga kelas, yaitu 65% daerah bervegetasi (RTH), 33% lahan terbangun, dan 2% badan air (RTB). Lahan yang sesuai untuk taman, sesuai untuk hutan kota, dan sangat sesuai untuk danau adalah sebesar 95.81%, 86%, dan 3.70%. Lahan yang sesuai dan tersedia untuk taman, hutan kota, dan danau adalah 51%, 56%, dan 54% dari area kajian. Rekomendasi manajemen lanskap untuk RTH dan RTB pada area konservasi adalah pemanfaatan sebagai taman dengan luas 3.96%, hutan kota seluas 3.16%, danau buatan seluas 1.82%. Elemen WSUD seperti bioretensi, green street, lahan basah, dan vegetasi dapat diaplikasikan di Sentul City. Elemen WSUD berupa infrastruktur hijau diterapkan dalam bentuk taman sebagai elemen vegetasi, hutan kota sebagai vegetasi dan green street, danau sebagai badan air, dan rain garden sebagai lahan basah dan biofiltrasi. Estimasi penambahan suplai air melalui danau buatan adalah sebesar 3 843 600 m3, yang diproyeksikan dapat menjadi pasokan air tambahan untuk memenuhi kebutuhan air hingga tahun 2039.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)id
dc.subject.ddcLandscape Architectureid
dc.subject.ddcOpen Spaceid
dc.subject.ddc2017id
dc.subject.ddcBogor, Jawa Baratid
dc.titleEvaluasi Lanskap untuk Green Infrastructure pada Ruang Terbuka Hijau dan Ruang Terbuka Biru di Sentul City, Bogorid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordinfrastruktur hijauid
dc.subject.keywordkesesuaian lahanid
dc.subject.keywordkota sensitif airid
dc.subject.keywordruang terbuka biruid
dc.subject.keywordruang terbuka hijauid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record