View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Forestry
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Forestry
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Potensi Bakteri Kitinolitik sebagai Biokontrol Colletotrichum capsici.

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (14.27Mb)
      Date
      2017
      Author
      Syahfitri, Dian
      Mubarik, Nisa Rachmania
      Manaf, Lisdar A
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Cendawan patogen Colletotrichum capsici merupakan salah satu penyebab penyakit antraknosa pada tanaman cabai dan menyebabkan penurunan produktivitas cabai di daerah tropis dan subtropis. Bakteri kitinolitik dan kitinase mempunyai potensi sebagai biokontrol cendawan patogen tanaman. Kitin yang terdapat pada dinding sel cendawan dapat didegradasi oleh kitinase. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui potensi bakteri kitinolitik sebagai biokontrol Colletotrichum capsici pada skala rumah kaca. Penelitian sebelumnya telah berhasil mengisolasi bakteri kitinolitik yang bersifat antagonis terhadap Colletotrichum capsici, yaitu Serratia marcescens KAHN 15.12, Bacillus thuringiensis SAHA 12.12, dan BAE 36. Ketiga isolat bakteri digunakan sebagai agens biokontrol dengan menggunakan talek sebagai bahan pembawa. Metode penelitian ini terdiri atas karakterisasi isolat, formulasi agens biokontrol, uji viabilitas isolat, uji in vitro agens biokontrol pada buah cabai, dan uji in vivo pada cabai dalam percobaan rumah kaca. Zona bening dihasilkan disekitar koloni bakteri BAE 36, Serratia marcescens KAHN 15.12, dan Bacillus thuringiensis SAHA 12.12 pada media agar-agar kitin. Indeks kitinolitik tertinggi ditunjukkan oleh isolat bakteri BAE 36 dengan indeks kitinolitik sebesar 3,6. Ketiga bakteri tidak bersifat hipersensitif terhadap tanaman cabai sehingga dapat digunakan sebagai biokontrol. Jumlah sel tertinggi pada isolat BAE 36 terdapat pada jam ke-20, aktivitas kitinase terdapat pada fase stasioner dengan jumlah aktivitas kitinase tertinggi 3.86 U/mg. Ketiga bakteri tidak bersifat antagonis sehingga dapat dikonsorsiumkan pada pembuatan formulasi agens biokontrol. Formulasi BAE 36 dan formulasi konsorsium (BAE 36+Serratia marcescens Bacillus thuringiensis) dapat bertahan pada 12 minggu penyimpanan pada suhu ruang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi isolat bakteri dapat menghambat serangan Colletotrichum capsici 50%-75%. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa formulasi bakteri kitinolitik dapat digunakan sebagai agens biokontrol dari C. capsici.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/91098
      Collections
      • MT - Forestry [1511]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository