Show simple item record

dc.contributor.advisorSitanggang, Imas S
dc.contributor.advisorSyaufina, Lailan
dc.contributor.authorTantriawan, Hartanto
dc.date.accessioned2018-02-22T02:51:04Z
dc.date.available2018-02-22T02:51:04Z
dc.date.issued2017
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/90979
dc.description.abstractKebakaran lahan gambut di Indonesia merupakan peristiwa bencana regional yang terjadi secara berkala. Peristiwa ini merupakan bagian dari bencana regional dan global yang terus berulang. Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Indonesia melepaskan sejumlah besar karbon seperti CO, CO2, CH4, yang menyebar ke atmosfer. Polutan yang dihasilkan oleh kebakaran hutan dan lahan bersifat membahayakan kesehatan manusia, juga berperan dalam kenaikan emisi karbon. Tujuan penelitian ini adalah : 1) menentukan konsentrasi polutan dari kebakaran lahan gambut di Sumatera menggunakan model HYSPLIT serta menggunakan data meteorologi sebagai output model WRF-Chem 2) membuat model prediksi konsentrasi polutan menggunakan algoritme Elman Recurrent Neural Network (ERNN). Penelitian ini melakukan prediksi konsentrasi polutan menggunakan algoritme Elman Recurrent Neural Network (ERNN). Data konsentrasi polutan didapatkan dari hasil simulasi HYSPLIT. Data meteorologi yang digunakan adalah Global Data Assimilation Sistem (GDAS) 1° (Satu derajat) serta data output WRF-Chem pada periode Oktober 2015. Data sekuens titik panas adalah data sekuens yang muncul berurutan selama dua sampai lima hari di pulau Sumatera tahun 2015. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa prediksi menggunakan data meteorologi hasil output WRF-Chem lebih baik dari pada menggunakan data meteorologi GDAS. Hasil prediksi menggunakan data WRF-Chem mampu memrediksi dengan baik 10 jam (jam 8 sampai jam 18) sedangkan hasil prediksi menggunakan data meteorologi GDAS hanya mampu memrediksi dengan baik pada 3 jam (jam 6-jam8). Perhitungan ISPU menggunakan data GDAS menghasilkan nilai ISPU sebesar 221 sedangkan menggunakan data output WRF-Chem memeroleh nilai 253. Nilai ini mengindikasikan bahwa kadar udara di Provinsi Sumatera Selatan dinyatakan tidak sehat. Hasil perhitungan ppm pada data GDAS polutan CO2 menghasilkan nilai 216 ppm sedangkan data WRF-Chem menghasilkan nilai 126 ppm. Nilai tersebut masih masuk di bawah ambang batas wajar kualitas udara di dalam ruang. Manfaat dari penelitian ini adalah hasil prediksi dan analisis tingkat konsentrasi polutan menjadi bentuk pola kejadian kabut asap akibat dari kebakaran lahan gambut dan menjadi dasar pengambilan keputusan dan kebijakan pemerintah mengurangi resiko dari dampak kebakaran lahan gambut di pulau Sumatera. Selain itu juga hasil aplikasi dan analisa ini dapat digunakan sebagai bentuk manajemen bencana, berupa manajemen evakuasi korban bencana kebakaran lahan gambut.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcComputer scienceid
dc.subject.ddcComputer networkid
dc.subject.ddc2016id
dc.subject.ddcPalembang-SUMSELid
dc.titleModel Prediksi Temporal Konsentrasi Polutan Kebakaran Lahan Gambut di Pulau Sumatera menggunakan Elman Recurrent Neural Network (ERNN).id
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordalgoritmeid
dc.subject.keywordHYSPLITid
dc.subject.keywordlahan gambutid
dc.subject.keywordpolutanid
dc.subject.keywordtemporalid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record