Show simple item record

dc.contributor.advisorHidayat, Purnama
dc.contributor.advisorTriwidodo, Hermanu
dc.contributor.authorSetyawan, Yendra Pratama
dc.date.accessioned2018-02-20T03:33:10Z
dc.date.available2018-02-20T03:33:10Z
dc.date.issued2017
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/90881
dc.description.abstractFalcataria moluccana (Miq.) Barneby & J.W.Grimes termasuk Famili Fabaceae yang lebih dikenal dengan nama lokal sengon merupakan salah satu fastgrowing tree yang banyak dibudidayakan. Sengon berasal dari Pulau Maluku, Pulau Papua, Pulau Solomon dan Kepulauan Bismarck. Tanaman ini dilaporkan persebarannya hingga di beberapa pulau kecil di kawasan Samudra Pasifik seperti di Kepulauan Hawaii. Sengon banyak dibudidayakan masyarakat di kawasan Asia Tenggara khususnya di Indonesia (Pulau Jawa dan Sumatra), akan tetapi sengon juga dilaporkan menjadi invasive species di Kepulauan Hawaii yang banyak menimbulkan kerugian. Salah satu upaya untuk menekan pertumbuhan dan persebaran sengon dengan menggunakan agen hayati. Berbagai penelitian dasar untuk mengetahui keanekaragaman serangga pada sengon dilakukan untuk menyediakan data serangga apa saja yang berasosiasi dengan sengon. Sejauh ini data serangga pada sengon masih terbatas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui serangga yang berasosiasi dengan sengon di Bogor serta untuk mengetahui serangga yang dapat mengakibatkan kerusakan pada sengon. Penelitian ini terdiri dari survei lapangan dan percobaan kebun. Survei serangga dilaksanakan di 6 lokasi tanaman sengon di Bogor pada berbagai ketinggian tempat yang berbeda. Survei dilakukan pada sengon yang berumur 1 – 4 tahun. Setiap lokasi sampel pohon yang digunakan sebanyak 100 pohon sengon. Pengambilan sampel serangga menggunakan beating sheet dan throw weight. Percobaan kebun dilaksanakan di lahan tanam Departemen Proteksi Tanaman (PTN) Institut Pertanian Bogor (IPB) yang berada di Desa Carangpulang, Darmaga, Bogor dengan menggunakan tanaman yang berumur 4 bulan. Rancangan percobaan yang digunakan adalah faktorial dalam RAK dengan 2 faktor perlakuan (sumber benih sengon dan perlakuan insektisida) serta 4 blok yang digunakan sebagai ulangan. Setiap baris perlakuan terdiri dari 10 tanaman. Perlakuan Imidakloprid 5% dilakukan 4 minggu sekali sebanyak 7.5 ml per tanaman. Pengamatan serangga dilakukan 2 minggu sekali saat tanaman berumur 4 sampai 8 bulan (14 – 32 minggu setelah tanam (MST)). Parameter yang diamati meliputi jenis spesies, kelimpahan individu, fase serangga serta bagian tanaman yang diserang. Identifikasi serangga dilakukan di Laboratorium Biosistematika IPB dengan menggunakan kunci identifikasi dikotomi maupun multi akses. Pembuatan grafik menggunakan Microsoft Office Exel 2016, analisis statistik menggunakan aplikasi SAS 9.4. Penyajian data menggunakan aplikasi R-Statistics 3.3.2. dan Past Version 2.17c. Serangga yang ditemukan berasosiasi dengan sengon di Bogor sebanyak 99 spesies dari 37 famili dan 6 ordo. Serangga yang dominan dan dapat menimbulakn kerusakan pada sengon di Bogor adalah Eurema blanda (Lepidoptera: Pieridae), E. hecabe (Lepidoptera: Pieridae), Pteroma plagiophleps (Lepidoptera: Psychidae), Hyposidra talaca (Lepidoptera: Geometridae), Traminda mundissima (Lepidoptera: Geometridae), Adoxophyes sp. (Lepidoptera: Tortricidae), Hulodes caranea (Lepidoptera: Noctuidae) dan Polyura hebe (Lepidoptera: Nymphalidae) sebagai kelompok pemakan daun. Selanjutnya Xystrocera festiva (Coleoptera: Cerambycidae) dan Zeuzera coffeae (Lepidoptera: Cossidae) adalah serangga yang menyebabkan kerusakan pada batang dan ranting. Ketinggian lokasi sengon berpengaruh terhadap komposisi spesies serangga. Lokasi sengon pada ketinggian <500 mdpl memiliki keanekaragaman spesies serangga yang lebih tinggi dibandingkan dengan ketinggian >600 mdpl. Pada persemaian sengon dari Jawa dan Hawaii yang berada di lahan tanam Desa Carangpulang, Darmaga, Bogor ditemukan sebanyak 67 spesies serangga dari 30 famili dan 4 ordo. Serangga yang paling dominan dan menimbulkan kerusakan pada persemaian sengon dari Jawa dan Hawaii umur 14-32 MST di Bogor adalah larva E. blanda. Persemaian sengon yang berasal dari Jawa memiliki keanekaragaman jenis dan kelimpahan individu serangga yang lebih tinggi dibandingkan dengan persemaian sengon yang berasal dari Hawaii.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)id
dc.subject.ddcEntomologyid
dc.subject.ddcInsectsid
dc.subject.ddc2016id
dc.subject.ddcBogor-JABARid
dc.titleSerangga yang Berasosiasi dengan Sengon Falcataria moluccana (Miq.) Barneby & J.W.Grimes di Bogorid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordFabaceaeid
dc.subject.keywordfitofagid
dc.subject.keywordserangga herbivoraid
dc.subject.keywordHutan Tanaman Industri (HTI)id
dc.subject.keywordinvasive aliens species (IAS)id


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record