Migrasi Internal dan Pembangunan Ekonomi di Sulawesi Selatan.
| dc.contributor.advisor | Sinaga, Bonar M. | |
| dc.contributor.advisor | Hutagaol, M. Parulian | |
| dc.contributor.advisor | Hartoyo, Sri | |
| dc.contributor.author | Santoso, Ambar Dwi | |
| dc.date.accessioned | 2018-02-06T07:28:06Z | |
| dc.date.available | 2018-02-06T07:28:06Z | |
| dc.date.issued | 2017 | |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/90843 | |
| dc.description.abstract | Masalah kesenjangan pembangunan hingga saat ini terjadi di Sulawesi Selatan. Kawasan Makassar menjadi wilayah dengan pembangunan termaju dan berdampak pada mobilitas penduduk. Masalah migrasi internal di Sulawesi Selatan adalah arus migrasi yang terkonsentrasi menuju ke kawasan Makassar, meskipun jumlah penduduk dan pengangguran di wilayah tersebut cukup tinggi. Berbagai kebijakan ditetapkan oleh pemerintah untuk mengatasi masalah migrasi internal tersebut. Tujuan utama kebijakan migrasi internal yang ditetapkan pemerintah adalah mengatasi masalah distribusi penduduk dan pasar kerja, serta meningkatkan kondisi ekonomi. Hingga saat ini masih sulit bagi pemerintah untuk mencapai terlaksananya kebijakan tersebut. Oleh karena itu diperlukan suatu analisis tentang faktorfaktor yang mempengaruhi migrasi internal dan bagaimana dampak kebijakan terhadap migrasi internal dan perekonomian Sulawesi Selatan. Tujuan penelitian adalah menganalisis dampak kebijakan peningkatan upah, pengeluaran daerah dan investasi terhadap migrasi internal dan perekonomian di Sulawesi Selatan. Tujuan tersebut dicapai dengan merumuskan model persamaan simultan yang terdiri dari 43 persamaan struktural dan 30 persamaan identitas. Analisis ini menggunakan data time series tahun 1995-2015. Model diestimasi dengan metode 2SLS dan prosedur SYSLIN. Simulasi historis menggunakan metode Newton dan prosedur SIMNLIN. Hasil penelitian menunjukkan arus migrasi internal di Sulawesi Selatan masih tertuju ke kawasan Makssar. Faktor yang mempengaruhi migrasi masuk ke kawasan Makassar adalah jumlah migran pada periode sebelumnya. Kebijakan peningkatan pengeluaran daerah dan investasi di luar kawasan Makassar dapat mengatasi masalah distribusi penduduk melalui penurunan jumlah migran masuk ke kawasan Makassar dan peningkatan jumlah migran keluar kawasan Makassar, mengatasi masalah pasar kerja melalui penurunan jumlah pengangguran di luar kawasan Makassar, dan meningkatkan kondisi perekonomian yang terlihat dari peningkatan PDRB masing-masing kawasan. | id |
| dc.language.iso | id | id |
| dc.publisher | IPB (Bogor Agricultural University) | id |
| dc.subject.ddc | Agricultural Economics | id |
| dc.subject.ddc | Economic Development | id |
| dc.subject.ddc | 2017 | id |
| dc.subject.ddc | Sulawesi Selatan | id |
| dc.title | Migrasi Internal dan Pembangunan Ekonomi di Sulawesi Selatan. | id |
| dc.type | Dissertation | id |
| dc.subject.keyword | migrasi | id |
| dc.subject.keyword | perekonomian | id |
| dc.subject.keyword | Sulawesi Selatan | id |

