| dc.description.abstract | Pemenuhan permintaan terhadap kayu jati mendorong dikembangkannya
jenis unggul diantaranya JPP. Pengembangan jenis unggul Perhutani ini
membutuhkan pengaturan hasil yang efektif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
menyusun model hasil dan tabel hasil serta menetapkan daur optimum JPP KPH
Ciamis. Model hasil dibangun pada plot contoh yang mewakili berbagai kondisi
tempat tumbuh. Pengelompokan kelas kualitas tempat tumbuh menggunakan
persamaan Schumacher, yang terdiri dari 3 kelas (buruk, sedang, dan baik). Model
hasil JPP diduga dari dua persamaan yaitu persamaan Vanclay dan persamaan
Clutter. Hasil uji statistik diperoleh, model hasil terbaik menduga nilai diameter,
tinggi total, volume, dan biomassa tegakan menggunakan persamaan Vanclay,
sedangkan model hasil peninggi dan luas bidang dasar terpilih menggunakan
persamaan Clutter. Pendugaan daur optimum didasarkan atas riap pertumbuhan dan
tujuan penggunaan hasil. JPP memiliki riap tahunan rata-rata tertinggi di umur 5-6
tahun. Jati banyak dimanfaatkan sebagai kayu pertukangan dengan limit diameter
20 cm, untuk JPP di umur 20 tahun sudah memiliki diameter >20 cm. | id |