Show simple item record

dc.contributor.advisorRusolono, Teddy
dc.contributor.authorUlfah, Maria
dc.date.accessioned2018-02-02T04:06:05Z
dc.date.available2018-02-02T04:06:05Z
dc.date.issued2017
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/90628
dc.description.abstractPemenuhan permintaan terhadap kayu jati mendorong dikembangkannya jenis unggul diantaranya JPP. Pengembangan jenis unggul Perhutani ini membutuhkan pengaturan hasil yang efektif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyusun model hasil dan tabel hasil serta menetapkan daur optimum JPP KPH Ciamis. Model hasil dibangun pada plot contoh yang mewakili berbagai kondisi tempat tumbuh. Pengelompokan kelas kualitas tempat tumbuh menggunakan persamaan Schumacher, yang terdiri dari 3 kelas (buruk, sedang, dan baik). Model hasil JPP diduga dari dua persamaan yaitu persamaan Vanclay dan persamaan Clutter. Hasil uji statistik diperoleh, model hasil terbaik menduga nilai diameter, tinggi total, volume, dan biomassa tegakan menggunakan persamaan Vanclay, sedangkan model hasil peninggi dan luas bidang dasar terpilih menggunakan persamaan Clutter. Pendugaan daur optimum didasarkan atas riap pertumbuhan dan tujuan penggunaan hasil. JPP memiliki riap tahunan rata-rata tertinggi di umur 5-6 tahun. Jati banyak dimanfaatkan sebagai kayu pertukangan dengan limit diameter 20 cm, untuk JPP di umur 20 tahun sudah memiliki diameter >20 cm.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)id
dc.subject.ddcForest Managementid
dc.titleModel Hasil Tegakan Jati Plus Perhutani di KPH Ciamis, Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Barat dan Bantenid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keyworddaurid
dc.subject.keywordJPP (Tectona garandis L.f)id
dc.subject.keywordindeks tempat tumbuhid
dc.subject.keywordmodel hasilid
dc.subject.keywordpertumbuhan tegakanid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record