Show simple item record

dc.contributor.advisorBahtiar, Effendi Tri
dc.contributor.advisorFauzan, Muhammad
dc.contributor.authorPurnama, Krisna
dc.date.accessioned2018-02-02T03:54:04Z
dc.date.available2018-02-02T03:54:04Z
dc.date.issued2017
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/90595
dc.description.abstractBambu merupakan salah satu material konstruksi yang tersebar di seluruh daerah tropis dan subtropis. Jenis-jenis bambu yang sering digunakan untuk konstruksi bangunan di Indonesia, antara lain betung (Dendrocalamus asper), tali (Gigantochloa apus), andong (Gigantochloa verticillata), dan ampel (Bambusa vulgaris). Buluh bambu banyak digunakan pada aplikasi konstruksi secara vertikal sebagai tiang dan horisontal sebagai rangka atap (kaso dan reng). Kekuatan tekan pada buluh bambu utuh dipengaruhi oleh bentuk geometri (kelurusan, keruncingan, eksentrisitas, dan ovality), jarak antar buku, kerapatan buluh, dan lain-lain. Ketidaksempurnaan bentuk geometri bambu menyebabkan nilai pengujian sifat mekanis bambu contoh kecil bebas cacat tidak dapat mewakili buluh utuhnya. Pengujian buluh bambu memberikan nilai yang lebih rendah daripada pengujian sampel kecil bebas cacat. Penggunaan nilai-nilai hasil pengujian contoh kecil bebas cacat pada desain konstruksi bambu berpotensi bahaya karena nilainya yang overestimate. Pengujian bambu pada ukuran penuh (full scale) sangat diperlukan untuk memperoleh nilai-nilai kekuatan dan kapasitas buluh bambu untuk konstruksi struktural. Naskah standar bambu untuk konstruksi telah dibuat oleh International Organization for Standardization (ISO) berkolaborasi dengan International Network for Bamboo and Rattan (INBAR) yaitu standar sifat mekanika bambu (ISO 22157-1) dan standar untuk desain struktural bambu (ISO 22156). Penyempurnaan naskah standar tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemanfaatan bambu untuk konstruksi, khususnya di Indonesia. Serangkaian penelitian terhadap bambu perlu dilakukan sebagai dasar tinjauan penyempurnaan naskah standar bambu untuk tujuan konstruksi. Untuk menunjang kegiatan penelitian maka suatu alat uji tekuk buluh bambu yang mampu menguji bambu ukuran penuh perlu direkayasa. Kini alat uji tekuk dengan panjang 6-7m belum tersedia di Indonesia, sehingga menjadi penghambat dalam kemajuan penelitian bambu untuk keperluan konstruksi.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)id
dc.subject.ddcForestry Productsid
dc.subject.ddcBamboosid
dc.subject.ddc2017id
dc.subject.ddcBogor, Jawa Baratid
dc.titlePerencanaan Rekayasa Mesin Uji Tekan Bambu Batang Panjang.id
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordbambuid
dc.subject.keywordISO standardid
dc.subject.keywordkolom tekukid
dc.subject.keywordkonstruksiid
dc.subject.keywordrekayasa mesinid
dc.subject.keywordsifat mekanisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record