Show simple item record

dc.contributor.advisorSantosa, Yanto
dc.contributor.authorKartiko, Ilham
dc.date.accessioned2018-02-02T03:21:52Z
dc.date.available2018-02-02T03:21:52Z
dc.date.issued2017
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/90552
dc.description.abstractKebakaran hutan dan lahan setiap tahun terjadi di seluruh wilayah Indonesia terutama saat musim kemarau. Kebakaran menjadi ancaman terbesar bagi keanekaragaman hayati di seluruh dunia termasuk terhadap jenis-jenis burung. Hutan tanaman industri (HTI) di Indonesia yang mengalami kebakaran pada tahun 2015 ialah PT National Sago Prima (NSP). PT NSP merupakan satu-satunya HTI yang mengelola tanaman sagu. Penelitian ini bertujuan membandingkan keanekaragaman jenis burung antara areal pasca terbakar dan tidak terbakar dengan menggunakan metode transek dan mengambil 10 jalur yang terbagi menjadi 5 jalur pasca terbakar dan 5 jalur tidak terbakar. Hasil pengamatan menunjukan dari kelima pasangan jalur didapatkan hasil areal pasca terbakar mempunyai lebih banyak jenis burung pada semua pasangan jalur. Kekayaan dan kemerataan jenis lebih tinggi tercatat pada areal pasca terbakar sebesar (Dmg= 8,13, E= 0.90). Kesamaan komunitas jenis burung tertinggi terdapat pasangan jalur 2 sebesar 0.81 sedangkan kesamaan komunitas terendah terdapat pada pasangan jalur 5 dengan nilai sebesar 0.40.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)id
dc.subject.ddcForest Managementid
dc.subject.ddcBirds Diversityid
dc.titlePerbandingan Keanekaragaman Jenis Burung antara Lahan Pasca Terbakar dan Tidak Terbakar di HTI PT. National Sago Prima, Provinsi Riau.id
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordBurungid
dc.subject.keywordkeanekaragamanid
dc.subject.keywordpasca terbakarid
dc.subject.keywordsaguid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record