Show simple item record

dc.contributor.advisorSari, Rita Kartika
dc.contributor.advisorBahtiar, Effendi Tri
dc.contributor.authorAhrip, Audia Syadza Hayuningtyas
dc.date.accessioned2018-02-02T02:59:51Z
dc.date.available2018-02-02T02:59:51Z
dc.date.issued2017
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/90494
dc.description.abstractStruktur menara pendingin di Indonesia umumnya menggunakan kayu redwood dan douglas fir sesuai persyaratan Cooling Tower Institute (CTI) STD 103 dan STD 114 yang diimpor dari Amerika Utara. Berkaitan dengan proyek 35000 MW, kebutuhan kayu douglas fir untuk komponen menara pendingin di Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) meningkat pesat. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui sifat fisis mekanis dan keterawetan kayu lokal (pinus, meranti, dan mahoni) yang diduga potensial mensubstitusi douglas fir untuk komponen menara pendingin. Sifat fisis mekanis diukur sebelum dan sesudah pengawetan dengan impregnasi Alkaline Copper Quaternary (ACQ), selanjutnya diuji-t dengan asumsi ragam berbeda untuk mengetahui perubahan sifat fisis mekanis kayu akibat pengawetan. Pemasukan bahan pengawet ACQ dilakukan dengan cara impregnasi vakum-tekan metode semi full cell. Keberhasilan proses pengawetan diukur melalui retensi, penetrasi, dan ketercucian. Hasil penelitian ini menunjukkan kayu pinus, meranti, dan mahoni memiliki nilai tegangan izin yang lebih baik dibandingkan nilai yang dipersyaratkan CTI STD 114 dan National Design Specification (NDS) 2005, sehingga sangat potensial mensubstitusi douglas fir untuk komponen menara pendingin. Keterawetan kayu secara signifikan dipengaruhi oleh jenis kayu sebagaimana dibuktikan oleh uji one way anova. Kayu pinus memiliki keterawetan tertinggi diikuti meranti dan mahoni. Keterawetan kayu yang tinggi ditunjukkan oleh nilai penetrasi dan retensi yang tinggi. Hasil uji ketercucian menunjukkan ACQ terikat lebih baik pada dinding sel kayu pinus, meranti, dan mahoni dibandingkan pada kayu douglas fir. Pengawetan dengan ACQ memberikan pengaruh sifat fisis dan mekanis kayu yang bervariasi, namun secara umum nilai sifat fisis mekanis kayu sesudah mengalami pengawetan tidak berbeda nyata dibanding sebelum diawetkan.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)id
dc.subject.ddcForestry Productsid
dc.subject.ddcWood Preservativesid
dc.subject.ddc2017id
dc.subject.ddcBogor, Jawa Baratid
dc.titleKarakteristik Kayu Pinus, Meranti, dan Mahoni yang Diawetkan dengan Alkaline Copper Quaternary (ACQ) sebagai Komponen Menara Pendingin.id
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordACQid
dc.subject.keywordimpregnasiid
dc.subject.keywordmenara pendinginid
dc.subject.keywordpengawetanid
dc.subject.keywordsifat fisis mekanis kayuid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record