Show simple item record

dc.contributor.advisorRidwan, Yusuf
dc.contributor.advisorCahyaningsih, Umi
dc.contributor.authorNdjandji, Albert Umbu
dc.date.accessioned2018-02-02T01:38:56Z
dc.date.available2018-02-02T01:38:56Z
dc.date.issued2017
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/90351
dc.description.abstractCanine babesiosis merupakan penyakit parasitik pada anjing yang disebabkan oleh infeksi protozoa genus Babesia. Infeksi Babesia sp. dapat menyebabkan terjadinya gangguan kesehatan pada anjing akibat hemolisis, hipoksia, inflamasi sistemik, thrombositopenia dan pigmenturia. Penelitian ini bertujuan untuk menduga prevalensi Babesia sp. dan faktor risiko babesiosis pada anjing. Sampel darah anjing dikoleksi dari Kecamatan Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, kemudian dibuat preparat ulas darah dan diwarnai dengan Giemsa. Informasi mengenai karakteristik anjing, karakteristik pemilik anjing dan manajemen pemeliharaan diperoleh melalui wawancara terhadap 52 pemilik anjing menggunakan kuesioner terstruktur. Hubungan prevalensi infeksi Babesia sp. pada anjing dengan faktor risiko dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil pemeriksaan terhadap 102 sampel darah anjing, diketahui sebanyak 19 sampel positif Babesia sp. dengan nilai prevalensi 18.61%. Rata-rata persentase parasitemia Babesia sp. pada anjing di Kecamatan Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi yaitu 0.018±0.038% dan termasuk tingkat parasitemia stadium ringan. Karakteristik anjing (umur dan jenis kelamin) dan karakteristik pemilik (pendidikan terakhir, pekerjaan, pendapatan bulanan dan pengalaman memelihara) tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kejadian babesiosis. Kategori lain seperti kepemilikan kucing, cara pemeliharaan, alasan memelihara dan kontak antara anjing peliharaan dengan anjing liar juga tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kejadian babesiosis pada anjing di Kecamatan Jampang Tengah. Prevalensi infeksi Babesia sp. berhubungan dengan jumlah anjing peliharaan dan keberadaan anjing liar di sekitar rumah (p<0.05). Jumlah anjing peliharaan yang banyak dan keberadaan anjing liar di sekitar rumah dapat meningkatkan prevalensi babesiosis pada anjing di Kecamatan Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)id
dc.subject.ddcAnimal Diseasesid
dc.subject.ddcParasitic diseaseid
dc.subject.ddc2017id
dc.subject.ddcSukabumiid
dc.titlePrevalensi dan Faktor Risiko Babesiosis pada Anjing di Kecamatan Jampang Tengah Kabupaten Sukabumi Jawa Barat.id
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordBabesia sp.id
dc.subject.keywordbabesiosisid
dc.subject.keywordanjingid
dc.subject.keywordprevalensiid
dc.subject.keywordfaktor risikoid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record