Show simple item record

dc.contributor.advisorBahtiar, Effendi Tri
dc.contributor.authorWicaksono, Kurniawan
dc.date.accessioned2018-01-31T06:32:45Z
dc.date.available2018-01-31T06:32:45Z
dc.date.issued2017
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/89982
dc.description.abstractMenara pendingin (cooling tower) merupakan perangkat semi-tertutup untuk mendinginkan mesin melalui proses penguapan air dengan cara melakukan kontak udara. Konstruksi rangka struktural menara pendingin di Star Energy Geothermal (Wayang Windu) Ltd menggunakan jenis kayu Douglas fir (Pseudotsuga menziesii) yang telah diawetkan dengan bahan pengawet Alkaline Copper Quarternary (ACQ). ACQ merupakan pengawet kayu berbasis air. Komponen ACQ berupa copper amine dan quaternary ammonium compound. ACQ memiliki tingkat ketercucian yang rendah sehingga baik digunakan untuk pengawet kayu menara pendingin yang selalu kontak dengan air. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis kayu, mengukur penetrasi bahan pengawet, serta menentukan tegangan ijin kayu yang telah didatangkan untuk komponen menara pendingin di Star Energy Geothermal (Wayang Windu) Ltd. Identifikasi jenis kayu dilakukan secara makroskopis dan mikroskopis. Sesuai dengan ciri-ciri utamanya yaitu perubahan kayu awal dan kayu akhir yang terlihat tiba – tiba, saluran resin berukuran kecil yang distribusinya tidak merata, jari – jari fusiform, dan terdapat penebalan spiral pada dinding sel trakeid sehingga diidentifikasikan sebagai Douglas fir. Pengukuran penetrasi bahan pengawet dilakukan melalui uji tembaga dan xantoproteat. Dari 14 contoh uji yang diuji penetrasi tembaga, satu contoh uji berukuran 14cm × 4cm dan tiga contoh uji berukuran 9cm × 4cm kedalaman penetrasinya kurang dari 1 cm sehingga tidak memenuhi Standar CTI. Selain itu, dua contoh uji berukuran 9cm × 4cm pada pengujian penetrasi xantoproteat tidak memenuhi Standar CTI. Pengujian mekanis dilakukan mengikuti prosedur ASTM D143, dan dilanjutkan perhitungan tegangan ijin sesuai acuan ASTM D-2915. Hasil pengujian mekanis menunjukkan tegangan ijin kayu yang dikirim umumnya lebih tinggi daripada persyaratan NDS 2005 dan CTI Standard untuk kuat lentur, Emin dan kuat geser. Terdapat 12 contoh uji yang memenuhi standar kekuatan tarik sejajar serat, sedangkan 2 contoh uji tidak memenuhi syarat. 10 contoh uji kuat tekan sejajar serat memenuhi standar NDS sedangkan 12 contoh uji memenuhi standar CTI. Nilai E rata-rata dan kuat tekan tegak lurus serat masih kurang dari standar. Sebanyak 13 contoh uji tidak memenuhi nilai E yang ditetapkan standar, dan semua contoh uji memiliki kuat tekan tegak lurus serat yang lebih rendah daripada standar.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcForest productid
dc.subject.ddcWoodid
dc.subject.ddc2017id
dc.subject.ddcBogor-JABARid
dc.titleKualitas Kayu Douglas fir (Pseudotsuga menziesii) Tersertifikasi untuk Menara Pendingin di Star Energy Geothermal (Wayang Windu) Ltd.id
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordDouglas firid
dc.subject.keywordgeothermalid
dc.subject.keywordmenara pendinginid
dc.subject.keywordpenetrasi pengawetid
dc.subject.keywordAlkaline Copper Quarternary (ACQ)id
dc.subject.keywordtegangan ijin kayuid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record