View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Forestry
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Forestry
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Induksi Tunas Adventif Dari Daun Tembesu (Fagraea Fragrans Roxb).

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (13.50Mb)
      Date
      2016
      Author
      Damayanti S, Ratna Uli
      Supriyanto
      Wulandari, Arum Sekar
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Tembesu (Fagraea fragrans Roxb.) merupakan salah satu species tanaman yang tumbuh di hutan rawa dan rawa gambut terutama di daerah Sumatra. Tembesu memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi berdasarkan manfaatnya, misalnya sebagai kayu ukir. Perbanyakan tembesu saat ini sangat sulit dilakukan dikarenakan tidak adanya sumber benih yang unggul. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Menganalisis teknik sterilisasi yang tepat untuk mendapatkan eksplan tembesu steril, (2) Menemukan modifikasi media tumbuh MS yang tepat berdasarkan konsentrasi nitrogen dan BAP untuk menghasilkan tunas adventif dari daun tembesu, (3) Menghasilkan bibit tembesu dari tunas adventif daun tembesu. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Kultur Jaringan Pusat Perbenihan dan Persemaian Rumpin, Bogor. Metode penelitian terdiri dari persiapan bahan tanaman, induksi tunas adventif, perbanyakan tunas adventif, elongasi, pengakaran dan aklimatisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik sterilisasi yang tepat untuk mendapatkan eksplan tembesu aseptik adalah dengan menggunakan perendaman NaOCl 0.5% selama 20 menit dan aklohol 70% selama 1 menit. Modifikasi media tumbuh MS yang tepat untuk mendapatkan tunas adventif dari daun tembesu adalah Media MS dengan konsentrasi nitrogen sebanyak 80 mmol ditambahkan dengan BAP sebanyak 1.5 ppm. Perbanyakan tunas adventif dilakukan dalam media modifikasi media MS dengan konsentrasi nitrogen 60 mmol (perbandingan NO3-:NH4 + = 3:1(g/g)) ditambah BAP 0.1 ppm. Jumlah tunas yang dihasilkan pada perbanyakan tunas adventif mencapai 35 tunas per eksplan. Tunas adventif (klon 2) merupakan asal tunas yang memiliki pertumbuhan lebih baik pada tahap elongasi, dan pengakaran. Tahap aklimatisasi menghasilkan bibit asal tunas adventif klon 4.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/88823
      Collections
      • MT - Forestry [1541]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository