Show simple item record

dc.contributor.advisorSuharjito, Didik
dc.contributor.advisorSaharuddin
dc.contributor.authorOktoyoki, Hefri
dc.date.accessioned2018-01-11T05:20:09Z
dc.date.available2018-01-11T05:20:09Z
dc.date.issued2016
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/88795
dc.description.abstractPenelitian-penelitian terdahulu menunjukkan perbedaaan argumen tentang relasi kelembagaan adat dan kelestarian hutan. Oleh karena itu, penelitian tentang kelembagaan adat dalam pengelolaan hutan masih penting untuk dilakukan karena setiap daerah memiliki corak tersendiri. Penelitian ini bertujuan untuk memahami kelembagaan adat dalam pengelolaan hutan, menjelaskan efektifitas pengelolaan hutan pada masyarakat Kerinci. Penelitian ini utamanya mengacu pada teori Uphoff (1986) tentang kelembagaan. Uphoff (1986) mendefinisikan kelembagaan sebagai sesuatu yang kompleks dari norma dan tata kelakuan yang relatif bertahan lama dengan maksud untuk memberikan pelayanan bagi tujuan kolektif yang akan menjadi nilai bersama. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus sampai dengan bulan Nopember 2015 dengan menggunakan metode studi kasus yang didukung dengan metode survey. Dipilih dua kasus yaitu pada masyarakat adat Sungai Deras dan Masyarakat adat Lekuk 50 Tumbi. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, pengamatan terlibat, dan pengukuran tegakan hutan. Wawancara semi terstruktur dilakukan terhadap informan kunci dengan metode snowball. Wawancara terstruktur dilakukan pada informan yang dipilih secara acak. Data dianalisis menggunakan konsep kelembagaan dan performansi hutan menurut Indarawan dan Soerianegara (1986). Dalam mengelola dan memanfaatkan sumber daya hutannya, baik masyarakat Sungai Deras maupun Lekuk 50 Tumbi terikat kuat oleh nilai-nilai, norma dan aturan adat yang diwariskan secara turun temurun. Terdapat pula keyakinan bahwa jika mereka merusak hutan maka akan terkena bela (kutukan) dari nenek moyang mereka. Terdapat norma dalam masyarakat bahwa hutan merupakan milik nenek moyang mereka sehingga harus dijaga dan dimanfaatkan dengan baik agar bisa diwariskan kepada anak cucu mereka. Manfaat dari sumberdaya hutan sangat dirasakan masyarakat yaitu sebagai daerah tangkapan air sehingga keberadaan hutan menjamin ketersediaan air bagi sawah mereka. Dalam pengelolaan hutannya masyarakat Sungai Deras maupun Lekuk 50 Tumbi mengkategorisasi hutan menjadi tiga kategori (1) Hutan yang berfungsi lindung, yaitu Bukit Tinggai pada masyarakat Sungai Deras dan Imbo adat pada Lekuk 50 Tumbi. Hutan tersebut difungsikan sebagai hutan yang dilindungi karena diyakini menjadi daerah tangkapan air. (2) Fungsi produksi terbatas yaitu Bukit kemunaing (Sungai Deras) dan hutan Imbo dusen pada masyarakat Lekuk 50 Tumbi. Hutan tersebut berfungsi produksi terbatas untuk pengambilan kayu saja. (3) Fungsi budidaya yaitu Bukit kemenyan (Sungai Deras) dan hutan Imbo peladangan pada masyarakat Lekuk 50 Tumbi. Hutan tersebut difungsikan menjadi lahan untuk budidaya, sebagai pemenuhan kebutuhan hidup masyarakat. Pengelolaan sumber daya hutan di kedua kasus diatur secara komunal oleh lembaga adat masing-masing. Di dalam aturan tersebut terdapat hak penguasaan, pemanfaatan dan sanksi. Pemegang hak utama adalah Lembaga adat yang bertugas mengatur dan mengawasi pemanfaatan sumber daya hutan. Pelanggaran terhadap aturan adat akan dikenakan sanksi berupa teguran, denda ataupun dikucilkan dalam kehidupan bermasyarakat. Nilai dan keyakinan yang kuat serta norma dan aturan mampu mengendalikan tindakan dan perilaku masyarakat dalam mengelola sumber daya hutan dan berimplikasi baik terhadap performa hutan. Performa hutan ini ditunjukkan dengan tingginya kerapatan, jumlah jenis, keanekaragaman dan volume pohon. Kelembagaan adat yang masih dipercaya dan dipatuhi masyarakat efektif menunjang pengelolaan sumber daya hutan yang baik. Ini diperlihatkan dengan tingkat efektifitas kelembagaan (kepercayaan, pemahaman) yang tinggi, dan tingkat pelanggaran yang rendah sehingga berimplikasi baik terhadap performansi hutan.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultral University (IPB)id
dc.subject.ddcForestryid
dc.subject.ddcForest managementid
dc.titleKelembagaan Adat Dalam Pengelolaan Sumberdaya Hutan (Studi Kasus Pada Masyarakat Adat Kerinci)id
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordefektivitas kelembagaanid
dc.subject.keywordkelembagaan adatid
dc.subject.keywordperformansi hutanid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record