Show simple item record

dc.contributor.advisorChikmawati, Tatik
dc.contributor.advisorSulistijorini
dc.contributor.authorNovitasari, Risti
dc.date.accessioned2018-01-08T06:51:34Z
dc.date.available2018-01-08T06:51:34Z
dc.date.issued2017
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/88733
dc.description.abstractAdiantum merupakan salah satu marga dari famili Pteridaceae yang hidup secara terestrial atau menempel pada dinding dan bebatuan yang lembap. Penelitian mengenai generasi gametofit dari marga Adiantum di Indonesia masih terbatas, terutama yang berasal dari habitat berbeda. Umumnya setiap jenis paku memiliki habitat optimal yang berbeda-beda untuk pertumbuhan dan perkembangannya, baik habitat lembap maupun kering. Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari dan membandingkan tahapan pertumbuhan dan perkembangan gametofit serta tipe reproduksi jenis Adiantum yang berasal dari daerah kering dan lembap di pulau Jawa. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus 2015 – Juni 2016. Pengambilan sampel dilakukan di Pulau Jawa, yaitu Bogor dan Pasuruan yang masing-masing mewakili daerah lembap dan daerah kering. Pengamatan tipe reproduksi dilakukan pada lima jenis dari marga Adiantum yakni A. trapeziform, A. capillusveneris, A. diaphanum, A. lunulatum, dan A hispidulum dengan menghitung spora dalam satu sporangium. Spora sebanyak 0,003 gram disemai pada media vermiculite, sphagnum moss dan perlite dengan perbandingan 2:2:1. Pengamatan pertumbuhan dan perkembangan gametofit dilakukan setiap satu minggu sebanyak 10 ulangan untuk masing-masing unit percobaan menggunakan mikroskop stereo dan mikroskop cahaya, pengamatan gametofit diamati hingga 28 minggu sampai terbentuk organ reproduksi. Jenis A. trapeziform, A. capillus-veneris, A. diaphanum, A hispidulum memiliki tipe reproduksi seksual, sedangkan A. lunulatum memiliki tipe reproduksi apogami. Pertumbuhan gametofit ditandai dengan penambahan jumlah sel pada setiap tahap perkembangan gametofit yang meliputi perkecambahan spora, filamen, spatula sampai pembentukan gametofit dewasa. Perkecambahan spora jenis Adiantum mengikuti tipe Vittaria, perkembangan gametofit dewasa mengikuti tipe Adiantum (A. trapeziform, A. capillus-veneris, A. diaphanum, A. lunulatum) dan tipe Aspidium (A. hispidulum). Pada tipe apogami jenis A. lunulatum yang berasal dari daerah kering memiliki waktu pertumbuhan dan perkembangan yang lebih cepat dibandingkan dengan jenis tersebut yang berasal dari daerah lembap. Pada tipe seksual, jenis A. capillus-veneris yang berasal dari daerah lembap memiliki waktu pertumbuhan dan perkembangan yang paling cepat dan A hispidulum memiliki waktu pertumbuhan dan perkembangan yang paling lambat dibandingkan dengan jenis Adiantum seksual lainnya. Ciri morfologi gametofit yang dapat dijadikan sebagai karakter pembeda antar jenis meliputi warna spora, bentuk sel pada tahap awal, inisiasi pembelahan sel, bentuk gametofit muda, bentuk gametofit dewasa serta keberadaan organ reproduksi dan trikoma.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcPlant Biologyid
dc.subject.ddcAdiantumid
dc.subject.ddc2015id
dc.subject.ddcKABARid
dc.titlePertumbuhan dan Perkembangan Gametofit serta Tipe Reproduksi Adiantum dari Lingkungan Lembap dan Kering di Pulau Jawaid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordAdiantumid
dc.subject.keywordapogamiid
dc.subject.keywordgenerasi gametofitid
dc.subject.keywordseksualid
dc.subject.keywordwaktu pertumbuhan dan perkembanganid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record