Show simple item record

dc.contributor.advisorDamayanthi, Evy
dc.contributor.advisorDwiriani, Cesilia Meti
dc.contributor.advisorSumantri, Cece
dc.contributor.advisorTeruna, Effendi Adi
dc.contributor.authorRefdanita
dc.date.accessioned2018-01-08T06:09:23Z
dc.date.available2018-01-08T06:09:23Z
dc.date.issued2017
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/88652
dc.description.abstractSindroma Metabolik merupakan sindrom kelainan metabolik yang dapat berkembang menjadi penyakit degeneratif terutama Diabetes Melitus Tipe2 dan Kardiovaskular. Permasalahan mendasar pada sindroma metabolik adalah gizi lebih dan kurangnya aktivitas fisik. Gizi lebih menyebabkan terjadinya obesitas sentral, yang ditandai dengan penumpukan lemak viseral. Lemak viseral dapat meningkatkan ekskresi adipokin proinflamatorik yaitu TNF-α, IL-6 dan CRP. Lemak viseral juga menyebabkan penurunan adiponektin. Jika keadaan ini terus belanjut akan berkembang menjadi resistensi insulin dan atherosclerosis. Pada obesitas sentral yang mengalami polimorfisme gen SREBP-1c keadaan ini akan berkembang lebih cepat . Fenomena peningkatan sindroma metabolik di Indonesia tentu merisaukan dan merupakan malapetaka karena akan menurunkan kualitas hidup manusia. Banyak upaya telah dilakukan untuk mencegah berkembangnya keadaan ini, seperti menerapkan pola makan yang bergizi seimbang dan pola hidup sehat sejak dini. Upaya lain adalah selain penerapan pola hidup sehat, juga dibarengi dengan mengonsumsi makanan/minuman fungsional khususnya yang tinggi antioksidan. Hal ini disebabkan karena pada sindroma metabolik akan terbentuk banyak senyawa Reactive Oxygen Species (ROS), sedangkan antioksidan alami tubuh tidak dapat menetralkan ROS tersebut sehingga mengakibatkan tubuh kebanjiran radikal bebas atau yang disebut dengan kondisi stress oksidatif.. Upaya ini diharapkan dapat memperbaiki profil lipid glukosa, dan TNF-α pada sindroma metabolik dengan keragaman gen SREBP-1c sebagai penciri genetik . Minuman bubuk bekatul dan minyak bekatul berflavor yang merupakan hasil penelitian sebelumnya terbukti mampu meningkatkan penerimaan produk secara organoleptik. Beberapa penelitian intervensi pada subjek obes menggunakan minuman emulsi minyak bekatul, bubuk dan keju mengandung minyak bekatul, membuktikan dapat memperbaiki profil lipid dan kolesterol. Penelitian intervensi ini dilakukan menggunakan desain Randomized Controlled Trial dengan rancangan paralel, double blind pre and post study, dengan dua jenis perlakuan yaitu minuman plasebo dan minuman emulsi minyak bekatul. Minuman emulsi minyak bekatul yang mengandung γ -oryzanol 28,80 mg oryzanol setiap gelas. Minuman diberikan sebanyak dua gelas dalam satu hari, dengan lama intervensi selama 4 minggu. Subjek adalah pria dewasa yang mengalami sindoma metabolik. Data yang dikumpulkan adalah karakteristik ,subjek konsumsi pangan, profil lipid, glukosa, TNF-α dan SNPs gen SREBP-1C TNF-α. Darah diambil sebelum dan setelah intervenes, kemudian dipisahkan untuk pemeriksaan kadar profil lipid, glukosa dan TNF-α serum. Darah diambil sebagian untuk analisis gen SREBP-1C, menggunakan metode PCR-RFLP dengan enzin restriksi Xmn1. Setelah pemberian emulsi minyak bekatul terjadi kecenderungan peningkatan kadar serum k-HDL dan penurunan kadar serum TNF-α pada kelompok perlakuan. Penurunan kadar serum TNF-α lebih banyak pada kelompok perlakuan dibandingkan dengan kelompok kontrol. Hal ini menunjukkan bahwa minyak bekatul memberi manfaat untuk mencegah terjadinya inflamasi meski tidak signifikan ( p≥0,05). Gen SREBP 1C pada sindroma metabolik bersifat polimorfik (beragam) hal ini ditunjukan dengan adanya dua genotipe yang muncul, berupa homozigot yaitu genotipe GG dan heterozigot adalah genotipe GC. Pada penelitian ini terlihat frekuensi GC lebih banyak daripada GG dan tidak ditemukan adanya genotipe CC. SNPs terletak pada ekson 20 dalam kromosom 17, dengan titik mutasi pada C.30010G>C. Setelah pemberian emulsi minyak bekatul terdapat peningkatan kadar serum k-HDL pada pria Sindroma Metabolik dengan genotipe GG. Kadar serum TNF- α menunjukkan penurunan pada genotipe GG dan GC, namun penurunan TNF- α pada genotipe GG lebih besar dari genotipe GC.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)id
dc.subject.ddcNutritionid
dc.subject.ddcMetabolic syndromeid
dc.subject.ddc2015id
dc.subject.ddcBogor-JABARid
dc.titleKajian Minuman Emulsi Minyak Bekatul Padi terhadap Profil Lipid, Glukosa dan TNF-α Serum Pria Sindroma Metabolik dengan Keragaman Gen SREBP-1Cid
dc.typeDissertationid
dc.subject.keywordbekatul padiid
dc.subject.keywordobesitas sentralid
dc.subject.keywordpria dewasaid
dc.subject.keywordsindroma metabolikid
dc.subject.keywordgen SREBP-1Cid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record