Show simple item record

dc.contributor.advisorPudjianto
dc.contributor.advisorMaryana, Nina
dc.contributor.authorIrawan, Deni
dc.date.accessioned2017-12-06T01:57:38Z
dc.date.available2017-12-06T01:57:38Z
dc.date.issued2017
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/88484
dc.description.abstractPada pertanaman kacang panjang, petani sering dihadapi dengan permasalahan hama yang dapat menurunkan produksi polong baik secara kualitas maupun kuantitasnya, dan mereka selalu menggunakan insektisida untuk mengatasi masalah tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh aplikasi insektisida terhadap perkembangan serangga hama pada pertanaman kacang panjang dan populasi musuh alami yang dominan. Penelitian ini terdiri dari dua perlakuan (dengan dan tanpa aplikasi insektisida) dengan 10 ulangan yang disusun dan diatur pada rancangan acak kelompok. Insektisida yang digunakan adalah λ-sihalotrin 25 EC (25 g/l) yang diaplikasikan pada konsentrasi 1 ml/l, pada 35, 42, 49, dan 56 hari setelah tanam (HST). Pengumpulan data dilakukan dengan cara pengamatan langsung pada 5 tanaman setiap plot, dan memasang 5 pitfall trap dan 5 sticky trap per plot untuk mendapatkan hama dan musuh alami yang termasuk predator dan parasitoid. Parasitoid didapatkan melalui jaring serangga dengan 20 kali ayunan tunggal per plot. Pengamatan dilakukan setiap minggu, mulai pada 1 minggu setelah tanam (MST) hingga panen. Serangga hama yang ditemukan pada penelitian ini yaitu lalat bibit Ophiomyza phaseoli, ulat pemakan daun Spodoptera litura, dan hama penggerek polong Maruca vitrata, dan kutudaun Aphis craccivora. Musuh alami yang ditemukan berasosiasi dengan kacang panjang yaitu predator antara lain Menochilus sexmaculatus, Sycanus annulicornis, dan Pardosa pseudoannulata, sedangkan parasitoid yaitu Scelio sp., Ooencyrtus sp., Fopius sp. dan Microplitis sp. Secara keseluruhan pemberian insektisida pada tanaman kacang panjang mampu menekan populasi serangga hama kutudaun yang terdapat pada daun di minggu ke- 8, pada bunga di minggu ke- 5, 6 dan 8 serta kutudaun yang terdapat pada polong di minggu ke- 7. Pemberian insektisida mampu menekan hama penggerek polong pada minggu ke-8, serta hama S. litura pada minggu ke-4, ke-6 dan ke-7. Insektisida tidak memberikan pengaruh nyata dalam mengurangi jumlah individu kepik predator S. annulicornis tetapi berpengaruh negatif terhadap populasi serangga predator Menochilus sp. pada minggu ke-6, ke-7 dan ke-8. Pemberian insektisida juga dapat menurunkan populasi parasitoid Scelio sp., Ooencyrtus sp., Fopius sp. dan Microplitis sp. pada lahan tanaman kacang panjang. Pemberikan insektisida berpengaruh negatif terhadap laba-laba predator P. pseudoannulata. Kerusakan polong tertinggi pada plot tanpa insektisida yaitu pada minggu ke-8, sedangkan dengan perlakuan insektisida pada minggu ke-7.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)id
dc.subject.ddcEntomologyid
dc.subject.ddcInsectsid
dc.subject.ddc2015id
dc.subject.ddcBogor-JABARid
dc.titlePengaruh Aplikasi Insektisida terhadap Serangga Hama dan Musuh Alami pada Pertanaman Kacang Panjang (Vigna sinensis L.).id
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordparasitoidid
dc.subject.keywordpenggerek polongid
dc.subject.keywordpestisidaid
dc.subject.keywordpredatorid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record