Show simple item record

dc.contributor.advisorSyartinilia
dc.contributor.authorRafael, Risco Noverio
dc.date.accessioned2017-11-03T07:56:34Z
dc.date.available2017-11-03T07:56:34Z
dc.date.issued2017
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/88362
dc.description.abstractIndonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dengan jumlah pulau mencapai 17.504 pulau dan memiliki peran sendiri dalam migrasi raptor. Pulaupulau kecil menjadi batu loncatan bagi raptor sebelum memasuki pulau-pulau besar di Indonesia. Berdasarkan data sattelite-tracking empat Individu Sikep-madu Asia (ARGOS 2007-2012), Flores bagian timur merupakan jalur migrasi Sikep-madu Asia yang menjadi habitat singgah sebelum memasuki habitat musim dingin di Pulau Timor. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi karakter lanskap habitat singgah Sikep-madu Asia di Flores bagian timur, membandingkan karakteristik lanskap habitat singgah Sikep-madu Asia di Flores bagian timur dan Karangasem, mengidentifikasi perilaku singgah Sikep-madu Asia di Flores bagian timur, dan membuat rekomendasi pengelolaan lanskap habitat singgah Sikep-madu Asia di Flores bagian timur. Karakteristik lanskap habitat singgah dianalisis menggunakan metode Analisis Komponen Utama (AKU) dikombinasikan dengan SIG. Lima karakterstik utama menjelaskan 79.80% dari variasi data bagi karakteristik habitat singgah. Karakteristik lanskap habitat singgah Sikep-madu Asia di Flores bagian timur dipengaruhi dengan ketersediaan angin termal dan pakan. Karakteristik lanskap habitat di Flores bagian timur dan Karangasem memiliki persamaan berupa kebutuhan angin termal dan ketersediaan pakan. Akan tetapi, memiliki perbedaan dalam komposisi penyusun area berburu. Perilaku singgah Sikep-madu Asia dilihat berdasarkan kunjungan pada pulau kecil dan periode singgah. Semua pulau dapat berpotensi sebagai stepping stone jalur migrasi Sikep-madu Asia, meskipun pulau dengan ukuran kecil sekalipun. Individu Sikepmadu Asia juga memiliki rute bervariasi dalam bermigrasi, hal ini dikarenakan kumpulan pulau menyediakan rute alternatif bagi setiap individu. Sikep-madu Asia melakukan migrasi dengan waktu yang konstan setiap tahunnya dan cenderung menetap lebih lama pada pulau dengan ukuran yang lebih besar dari pulau lainnya. Hasil dari studi ini dapat menjadi informasi dasar dalam pembangunan berbasis ekologi, khususnya untuk manajeman lanskap dan konservasi keanekaragaman hayati.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcLandscape Architectureid
dc.subject.ddcLandscapeid
dc.titleStudi Pulau Pulau Kecil Sebagai Habitat Singgah Sikep Madu Asia (Pernis ptylorhynchus) Di Flores Bagian Timurid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordSIGid
dc.subject.keywordAnalisis Komponen Utama (AKU)id
dc.subject.keywordPulau Pulau Kecilid
dc.subject.keywordBatu Loncatanid
dc.subject.keywordPerilaku Migrasiid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record