Show simple item record

dc.contributor.advisorMugnisjah, Wahju Qamara
dc.contributor.authorPermanasari, Tryana
dc.date.accessioned2017-11-03T07:55:27Z
dc.date.available2017-11-03T07:55:27Z
dc.date.issued2017
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/88355
dc.description.abstractRuang terbuka di Kabupaten Sumedang mengalami penurunan luasan. Padahal, salah satu fungsi dari ruang terbuka ialah sebagai ruang bermain anakanak. Tujuan penelitian ini ialah mengkaji seberapa besar pemanfaatan ruang terbuka untuk permainan-anak tradisional di Desa Baginda dan mencari kebutuhan luasan untuk jenis permainan tradisional tersebut. Pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran kuisioner kepada 30 responden anak-anak dan 30 responden orangtua. Kuisioner tahap satu disebar untuk mencari informasi mengenai persepsi masyarakat mengenai kegiatan bermain di ruang terbuka, khususnya untuk permainan tradisional. Selain mencari persepsi, dicari pula preferensi mengenai jenis permainan tradisional yang diketahui dan masih digemari oleh masyarakat di Desa Baginda. Kuisioner tahap dua mencari informasi mengenai kebutuhan luasan untuk masing-masing permainan yang dihasilkan dari penyebaran kuisioner tahap satu. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa masyarakat desa Baginda memiliki pengetahuan mengenai permainan tradisional Sunda dan memiliki keinginan untuk bermain permainan tersebut di ruang terbuka. Namun, terdapat beberapa faktor penghambat, seperti kurangnya data atau informasi mengenai permainan tradisional, tidak adanya pihak yang mengajarkan, dan tidak adanya ruang bermain anak yang dibuat secara khusus oleh pihak desa. Ruang terbuka yang biasanya digunakan untuk bermain anak-anak berupa lapangan, sawah, dan lahan kosong. Di Desa Baginda terdapat ruang terbuka berupa lapangan sepak bola yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pameran atau lomba permainan tradisional. Kedua kegiatan tersebut dapat dilakukan pada peringatan hari-hari besar dan tidak bersifat permanen. Hal tersebut mempertimbangkan fungsi utama lapangan ruang terbuka yang ada untuk berolahraga. Selain itu, hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa masyarakat desa Baginda tidak mengenali seluruh jenis permainan tradisional Sunda yang diakui oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat. Terdapat 16 jenis permainan tradisiona Sunda yang dikenal dan masih digemari hingga saat ini di Desa Baginda. Setelah memperoleh data jenis permainannya, dilakukan pencarian informasi mengenai kebutuhan ruang untuk bermain permainan tersebut dengan menyebar kuisioner tahap dua kepada responden yang sama. Hasilnya, lahan yang dibutuhkan untuk mengakomodasi 16 jenis permainan tersebut adalah 607 meter². Permainan tersebut adalah bebeletokan (30 m²), bedil jepret (35 m²), bekel (6 m²), congklak (6 m²), egrang/jajangkungan (53 m²), galah asin (126 m²), hong 25/ucing peungpeun/ucing sumput (63 m²), ketepel/bandring (67 m²), lompat karet (25 m²), ngadu karbit (51 m²), ngadu muncang (11 m²), oray-orayan (28 m²), sapintrong (21 m²), sondah/engklek (16 m²), sur-ser (7 m²), dan susumputan (62 m²). Hasil akhir dari penelitian ini berupa rekomendasi desain ruang terbuka dengan fasilitas permainan tradisional Sunda.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcLandscape Architectureid
dc.subject.ddcLandscape Planningid
dc.subject.ddcSumedangid
dc.subject.ddcJawa Baratid
dc.titlePemanfaatan ruang terbuka untuk permainan-anak tradisional di Desa Baginda, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedangid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordruang bermain anakid
dc.subject.keywordruang terbukaid
dc.subject.keywordpermainan tradisionalid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record