Show simple item record

dc.contributor.advisorBarus, Baba
dc.contributor.advisorIman, La Ode Syamsul
dc.contributor.authorSofiana, Wulan Nila
dc.date.accessioned2017-11-03T07:55:08Z
dc.date.available2017-11-03T07:55:08Z
dc.date.issued2017
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/88353
dc.description.abstractStatus kepemilikan lahan sawah merupakan faktor penting bagi penduduk di pedesaan yang kehidupannya masih tergantung pada sektor pertanian. Keberagaman status kepemilikan lahan dan pola tanam dapat mempengaruhi pendapatan rumah tangga petani. Dengan menggunakan citra resolusi tinggi maka dapat diperoleh informasi mengenai penggunaan lahan berbasis petakan, batas kepemilikan, penguasaan, dan pengelolaan lahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi petakan lahan sawah dan penggunaan lahan pertanian, analisis spasial status kepemilikan dan pola tanam, serta menganalisis hubungan usahatani berdasarkan status kepemilikan lahan dan pola tanam. Analisis spasial menggunakan perhitungan pola spasial Average Nearest Neighbor yang menghasilkan nilai R. Nilai R = 1 menunjukkan kejadian berpola acak (random), R<1 menunjukkan kejadian bergerombol (clustered), dan R>1 menunjukkan kejadian menyebar (dispersed). Analisis usahatani menggunakan R/C ratio. R/C ratio ≤ 1 menunjukkan usahatani yang dilakukan tidak efisien dan tidak menguntungkan, R/C ratio > 1 menunjukkan usahatani yang dilakukan efisien dan menguntungkan. Kemudian dilakukan analisis korelasi untuk melihat hubungan antara status kepemilikan lahan dan pola tanam terhadap R/C ratio. Identifikasi objek lahan sawah pada lahan datar lebih mudah dibandingkan dengan lahan sawah berteras. Pola spasial lahan sawah di Dusun 1 Desa Purwasari mayoritas menyebar dengan nilai R 1.25. Nilai akurasi penggunaan lahan hasil interpretasi diperoleh sebesar 93.33%. Penggunaan lahan sawah memiliki luas yang paling tinggi (40.25 ha). Status kepemilikan di Dusun 1 didominasi oleh petani pemilik. Lahan sawah baik status pemilik maupun status penggarap memiliki pola menyebar dengan nilai R secara berturut-turut R 1.20 dan 1.18. Pola penguasaan lahan di lokasi penelitian yang paling banyak adalah status penguasaan dengan sistem waris Pola tanam yang memiliki luas paling besar adalah padi-palawijapalawija. Hasil analisis usahatani menunjukkan bahwa petani pemilik dengan pola tanam padi-padi-empang memiliki nilai R/C ratio paling tinggi. Hasil analisis korelasi menunjukkan bahwa, status kepemilikan lahan dan pola tanam memiliki hubungan terhadap R/C ratio dengan nilai korelasi (r) secara berturut-turut 0.374 dan 0.503 pada taraf 95%.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcSoil Sciencesid
dc.subject.ddcLand Economicsid
dc.subject.ddcBogorid
dc.subject.ddcJawa Baratid
dc.titleAnalisis Spasial Status Kepemilikan dan Usahatani Lahan Sawah di Dusun 1 Desa Purwasari, Kabupaten Bogorid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordCitra Resolusi Tinggiid
dc.subject.keywordStatus Kepemilikanid
dc.subject.keywordPendapatan Petaniid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record