Show simple item record

dc.contributor.advisorWiyono, Suryo
dc.contributor.advisorTondok, Efi Toding
dc.contributor.authorLutfiyah, Ngaisatul
dc.date.accessioned2017-11-02T07:02:09Z
dc.date.available2017-11-02T07:02:09Z
dc.date.issued2017
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/88215
dc.description.abstractKedelai yang diimpor wajib dikenakan tindakan pemeriksaan karantina yaitu pemeriksaan administratif maupun kesehatan. Percepatan dwelling time di pelabuhan menuntut percepatan pelayanan pemeriksaan karantina. Saat ini pengambilan contoh kedelai untuk pemeriksaan karantina dilakukan di dekat pintu kemas. Penelitian ini bertujuan mempelajari keanekaragaman cendawan terbawa biji kedelai di beberapa lokasi dalam peti kemas sebagai dasar pengambilan contoh. Pengambilan contoh kedelai dilakukan pada 3 lokasi di dalam 1 peti kemas yaitu bagian depan, tengah dan belakang menggunakan stick sampler. Stick sampler memiliki 3 lubang dan tiap lubang mampu menampung lebih dari 400 biji kedelai. Masing-masing 400 biji dikoleksi dari setiap lubang stick sampler untuk keperluan pemeriksaan cendawan. Contoh kedelai untuk mengetahui pengaruh lama simpan diperoleh petugas dari consignment berikutnya. Masing-masing 400 biji untuk pemeriksaan cendawan dengan lama simpan 0, 4, 8, 12 dan 16 hari pada suhu ruangan. Pemeriksaan dilakukan dengan metode blotter test. Cendawan yang ditemukan kemudian diidentifikasi. Variabel yang dianalisis setelah cendawan diidentifikasi adalah jumlah spesies cendawan, keanekaragaman spesies cendawan, tingkat infeksi cendawan, tingkat infeksi cendawan dominan, tingkat infeksi cendawan lapangan dan kemiripan komunitas cendawan. Sedangkan pengaruh lama simpan contoh terhadap keberadaan cendawan terbawa biji dianalisis menggunakan tingkat infeksi cendawan. Pemeriksaan langsung terhadap biji kedelai sebelum blotter test ditemukan cendawan Peronospora manshurica penyebab downy mildew. Menurut Permentan Nomor 51 tahun 2015, cendawan tersebut termasuk organisme pengganggu tumbuhan karantina A2. Hasil pemeriksaan cendawan terbawa biji di 3 lokasi pengambilan yaitu bagian depan, tengah dan belakang di dalam peti kemas diketahui bahwa jumlah spesies cendawan terbawa biji berbeda berturut-turut 23, 22 dan 21, sedangkan jumlah spesies cendawan lapangan berturut-turut 13, 10 dan 10. Spesies cendawan Acremonium sp., Fusarium semitectum, Fusarium. sp.2, Fusarium sp.3, Nigrospora sp. dan Verticillium sp. hanya ditemukan di lokasi depan dalam peti kemas. Spesies cendawan yang hanya ada di lokasi tengah dalam peti kemas adalah Gliocephalotrichum sp. dan Neurospora sp. sedangkan spesies cendawan Cylindrocarpon sp. hanya ditemukan di lokasi bagian belakang dalam peti kemas. Indeks keanekaragaman Shannon spesies cendawan terbawa biji di 3 lokasi berturut-turut 2.04, 1.29 dan 1.54. Spesies cendawan lapangan yang umum ditemukan di 3 lokasi yaitu: Alternaria alternata, Cladosporium sp.1, Fusarium equiseti dan Fusarium semitectum. Lebih jauh spesies cendawan dominan di 3 lokasi yaitu: Penicillium sp, Aspergillus flavus, Aspergillus sp.2 dan Rhizopus sp. Tingkat infeksi tertinggi cendawan lapangan ditemukan pada bagian depan, sedangkan cendawan penyimpanan ditemukan pada bagian belakang dalam peti kemas. Index of similarity Sorensen (IS) cendawan antara bagian depan dengan tengah dan bagian depan dengan belakang di dalam peti kemas rendah (IS < 0.75), namun antara bagian tengah dengan bagian belakang di dalam peti kemas tinggi (IS mendekati 0.75). Index of similarity (IS) cendawan antar lubang stick sampler di bagian depan dalam peti kemas rendah (IS < 0.75). Keanekaragaman cendawan terbawa biji terdapat di 3 lokasi dalam peti kemas, namun keanekaragaman tertinggi di lokasi bagian depan. Pengambilan contoh kedelai untuk mendeteksi dan identifikasi cendawan terbawa biji dapat dilakukan pada bagian depan dalam peti kemas yang berasal dari lubang stick sampler 1 dan 2. Lokasi tersebut berjarak sampai 1 m dari pintu peti kemas. Pengambilan contoh selected/targeted, merupakan metode yang valid apabila bertujuan meningkatkan kesempatan mendapatkan cendawan sebagai organisme pengganggu tumbuhan karantina. Hasil pemeriksaan cendawan terbawa biji dengan lama simpan kedelai sampai 16 hari pada suhu ruangan ditemukan sebanyak 36 spesies cendawan. Sebagian besar cendawan yang ditemukan merupakan cendawan lapangan. Cendawan yang dominan ditemukan sampai 16 hari simpan yaitu: Cladosporium sp.1, Phomopsis sp., Ulocladium sp1., Alternaria alternata dan Rhizopus sp. Tingkat infeksi cendawan lapangan secara umum menurun dengan penyimpanan.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)id
dc.subject.ddcPlant diseaseid
dc.subject.ddcFungiid
dc.subject.ddc2016id
dc.subject.ddcJakartaid
dc.titleKeanekaragaman Cendawan Terbawa Biji Kedelai Impor.id
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordblotter testid
dc.subject.keywordcendawan lapanganid
dc.subject.keywordkarantinaid
dc.subject.keywordpengambilan contohid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record