Show simple item record

dc.contributor.advisorHidayat, Purnama
dc.contributor.advisorTriwidodo, Hermanu
dc.contributor.authorMurgianto, Fitrah
dc.date.accessioned2017-11-02T01:04:27Z
dc.date.available2017-11-02T01:04:27Z
dc.date.issued2017
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/88205
dc.description.abstractKutukebul Bemisia tabaci (Gennadius) (Hemiptera: Aleyrodidae) merupakan salah satu hama penting pada pertanaman kedelai. Kehilangan hasil akibat serangan hama ini dapat mencapai 80%, bahkan pada serangan yang berat mampu menyebabkan kegagalan panen.Mekanisme pertahanan kedelai terhadap kutukebul B. tabaci dipengaruhi oleh karakteristik fisik permukaan daun seperti ketebalan daun, kerapatan trikoma, dan trikoma berkelenjar. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat infestasi B. tabaci, hubungan antara kerapatan trikoma dengan tingkat infestasi kutukebul, dan hubungan antara populasi B. tabaci dengan intensitas penyakit virus yang ditularkannya pada 10 varietas kedelai lokal. Penelitian dilakukan di Kebun Percobaan Ngale, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur pada bulan Juli 2016 sampai dengan Januari 2017. Dua unit percobaan yang dilakukan adalah satu unit percobaan tanpa aplikasi insektisida dan satu unit percobaan dengan aplikasi insektisida. Percobaan dilakukan dengan Rancangan Acak Lengkap dengan tiga ulangan. Varietas kedelai yang digunakan dalam penelitian ini adalah Anjasmoro, Dewah, Dena 1, Dering 1, Demas 1, Devon, Detam 3, Grayak 1, Gema, dan Wilis. Petak percobaan berukuran 20 m x 4 m. Jarak tanaman yang digunakan adalah 40 cm x 20 cm. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah dinamika populasi, kerapatan trikoma, dan intensitas penyakit virus. Pengamatan dilakukan setiap minggu mulai kedelai berumur 2–10 minggu setelah tanam (MST). Dinamika populasi B. tabaci pada 10 varietas kedelai dipengaruhi oleh fase pertumbuhan tanaman kedelai. Hal ini dapat terlihat dari peningkatan populasi hanya terjadi saat kedelai berada pada fase vegetatif (1-7 MST). Sedangkan penurunan populasi B. tabaci terjadi saat kedelai berada pada fase generatif (8-10 MST). Berdasarkan hasil pengamatan, Varietas Devon merupakan varietas dengan tingkat infestasi B. tabaci (fase telur dan nimfa) yang tinggi pada dua percobaan penelitian sedangkan varietas Gema merupakan varietas dengan infestasi B. tabaci terendah. Kerapatan trikoma daun kedelai memengaruhi populasi telur dan nimfa B. tabaci. Varietas Devon merupakan varietas dengan kerapatan trikoma tertinggi, yaitu 613.7 per 1 cm2. Sedangkan varietas Detam 3 merupakan varietas dengan kerapatan trikoma terendah, yaitu 202.7 per 1 cm2. Hasil analisis regresi menunjukkan jumlah trikoma memiliki pengaruh yang sangat signifikan dengan jumlah telur dan nimfa yang diinfestasikan B. tabaci (R2 = 0.78 (telur) and 0.84 (nimfa), n = 10, α = 1%, P Value = 0.00157). Hasil deteksi penyakit virus pada tanaman kedelai menunjukkan penyakit Cowpea Mild Mottle Virus (CPMMV) menyerang kesepuluh varietas yang digunakan pada dua percobaan. Penyakit ini ditularkan oleh B. tabaci pada tanaman kedelai. Analisis regresi menunjukkan intensitas penyakit CPMMV dipengaruhi oleh tingkat populasi B. tabaci di pertanaman kedelai (R2 = 0.98). Intensitas penyakit CPMMV akan semakin tinggi dengan meningkatnya populasi B. tabaci di pertanaman.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcEnthomologyid
dc.subject.ddcHemipteraid
dc.subject.ddc2017id
dc.subject.ddcNgawi-JATIMid
dc.titleTingkat Infestasi Kutukebul Bemisia tabaci (Gennadius) (Hemiptera: Aleyrodidae) pada Beberapa Varietas Kedelai di Lapanganid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordCPMMVid
dc.subject.keyworddinamika populasiid
dc.subject.keywordinfestasi kutukebulid
dc.subject.keywordkerapatan trikomaid
dc.subject.keywordvektor virusid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record