Show simple item record

dc.contributor.advisorAnggraeni, Lukytawati
dc.contributor.advisorFariyanti, Anna
dc.contributor.authorJoka, Umbu
dc.date.accessioned2017-08-15T07:48:10Z
dc.date.available2017-08-15T07:48:10Z
dc.date.issued2017
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/87908
dc.description.abstractProgram Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP) adalah program terobosan dari Kementerian Pertanian untuk penanggulangan kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja, sekaligus mengurangi kesenjangan pembangunan antar wilayah pusat dan daerah serta subsektor. Pelaksanaan program PUAP dengan menyalurkan dana BLM sebesar Rp. 100 juta kepada setiap Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) di 10.000 desa per tahun. Hingga setiap tahunnya Gapoktan yang menerima dana BLM pasti berbeda. Dana tersebut dimaksudkan sebagai fasilitasi bantuan modal usaha untuk penguatan modal pada usaha budidaya (tanaman pangan, hortikultura, peternakan, dan perkebunan) dan usaha non budidaya (industri rumahtangga, pedagang kecil dan aktivitas lain berbasis pertanian). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk, (1) menganalisis dampak program PUAP terhadap tingkat adopsi teknologi dan (2) menganalisis pendapatan petani padi penerima bantuan langsung masyarakat (BLM) PUAP di Kabupaten Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur. Penentuan sample dalam penelitian dilakukan secara purposive , dengan pertimbangan bahwa berdasarkan data sekunder yang diperoleh, diambil sebanyak 97 petani dari masing-masing Gapoktan, terdiri dari 62 orang petani penerima dana PUAP dan 35 orang petani yang tidak menerima dana PUAP. Metode yang digunakan untuk menganalisis dampak program PUAP terhadap adopsi teknologi petani padi sawah ialah metode scoring komponen Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) dan regresi logistik dengan menggunakan data hasil scoring dari faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi adopsi teknologi petani padi sawah sedangkan untuk menganalisis dampak program PUAP terhadap pendapatan petani padi sawah menggunakan analisis usahatani dan model regresi linear dengan metode Ordinary least square (OLS). Tingkat penerapan teknologi Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) secara keseluruhan mencapai 54,6 persen dari total sampel, petani penerima PUAP yang menerapkan teknologi PTT pada level tinggi mencapai 64,51 persen lebih tinggi dibandingkan dengan 37,14 persen petani non-PUAP. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar komponen teknologi PTT padi anjuran belum dilaksanakan secara optimal. Dari hasil analisis usahatani diperoleh nilai R/C ratio atas biaya total petani penerima dana PUAP lebih tinggi yaitu 2,08 dibandingkan dengan petani yang tidak menerima dana PUAP yang bernilai 1,75. Hal ini berarti bagi petani penerima dana PUAP dan petani non-PUAP usahatani mereka sama-sama menguntungkan karena setiap satu rupiah biaya yang dikeluarkan akan menghasilkan penerimaan lebih besar dari satu rupiah. Tapi keuntungan lebih besar diperoleh oleh petani penerima dana bantuan PUAP, hal ini disebabkan oleh penggunakan input yang sesuai dan pengeluaran biaya yang lebih efisien. Program PUAP tidak berpengaruh nyata terhadap tingkat adopsi teknologi petani penerima, tingkat adopsi teknologi secara signifikan dipengaruhi oleh dummy penguasaan lahan, luas lahan, dummy partisipasi di luar usahatani padi dan vi dummy intensitas tanam. Program PUAP berdampak nyata pada pendapatan petani padi, hasil uji beda dan analisis usahatani, serta model regresi linear berganda menunjukkan program PUAP berdampak positif pada pendapatan petani penerima. Dana PUAP tidak berdampak pada tingkat adopsi teknologi petani padi sawah, diduga disebabkan oleh terjadinya credit rationing (penjatahan kredit). Meskipun keputusan penjatahan tersebut diambil berdasarkan rapat anggota Gapoktan tapi dengan nilai yang kecil akan sulit menemukan dampak nyata dari dana PUAP. Diharapkan kedepannya proses penyaluran dana kredit harus sesuai dengan skema dan petunjuk teknis yang ditetapkan.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcAgricultural Economicsid
dc.subject.ddcAgribusiness Developmentid
dc.subject.ddc2016id
dc.subject.ddcKupang, Nusa Tengggara Timurid
dc.titleDampak Program Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP) Terhadap Adopsi Teknologi dan Pendapatan Petani Padi di Kabupaten Kupang Provinsi NTTid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordDampak program PUAPid
dc.subject.keywordadopsi teknologiid
dc.subject.keywordpendapatan petaniid
dc.subject.keywordpadiid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record