| dc.description.abstract | Secara global penderita diabetes mellitus meningkat tiap tahunnya,
khususnya di Indonesia. Pemanfaatan bahan alam sebagai alternatif obat semakin
berkembang. Indonesia memiliki kekayaan alam yang luas dan telah banyak dikaji
manfaatnya. Hasil perairan Indonesia telah banyak dimanfaatkan sebagai bahan
biofarmaka. Teripang dan spirulina merupakan bahan alam berasal dari perairan
yang secara komersil telah diketahui manfaatnya untuk menurunkan kadar
glukosa darah. Penelitian ini bertujuan mengetahui aktivitas antihiperglikemik
dari teripang (Stichopus hermanii), dan spirulina (Spirulina platensis) yang
berasal dari Indonesia.
Pembuatan sediaan teripang menggunakan pemanasan dalam waktu
singkat. Spirulina diperoleh dari Jepara Jawa Tengah dalam bentuk serbuk siap
pakai dan teripang diperoleh dari Labuan Bajo Nusa Tenggara Timur. Uji
aktivitas antihiperlikemik dilakukan pada tikus jantan galur Sprague Dawley yang
diinduksi streptozotosin. Dosis streptozotosin yang digunakan adalah 50 mg/kg
bobot badan diinduksi secara intraperitoneal pada tikus. Pengelompokan tikus
diabetes (48 jam setelah induksi streptozotosin), diberi sediaan teripang dosis 284
mg/kg bobot badan, spirulina dosis 81 mg/kg bobot badan dan kombinasi
spirulina-teripang selama 14 hari. Parameter yang digunakan dalam pengujian
yaitu konsumsi pakan dan perubahan bobot badan pada hari ke-0, 7 dan 14,
kemudian kadar glukosa darah pada hari ke-0, 2, 9 dan 16, serta kadar insulin dan
histopatologi pankreas.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian sediaan teripang dan
spirulina pada tikus diabetes mampu menekan penurunan bobot badan sebesar
21.39% dan 27.6%, dan kelompok kombinasi spirulina-teripang sebesar 17.44%.
Persentase penurunan glukosa darah kelompok teripang sebesar 3.36%, kelompok
spirulina sebesar 16.8% dan kelompok kombinasi sebesar 1.74%. Kelompok
spirulina memberikan efek antihiperglikemik terbaik dengan memiliki persentase
penurunan glukosa darah terbesar, dan kadar insulin paling tinggi sebesar 25.14
μIU/mL, serta memiliki nilai viabilitas sel beta sebesar 51.98%. Hal ini
mendukung pemanfaatan bahan alam dari perairan Indonesia yakni teripang dan
spirulina sebagai antihiperglikemik. | id |